Arogansi Korporasi Di Tambang Emas Gunung Salakan Banyuwangi

Para warga dan pegiat lingkungan menolak eksplorasi tambang emas di gunung Salakan Pesanggaran Banyuwangi Jawa Timur

Penulis: Fajar Isnaini

Beberapa bulan lalu nama Wadas menjadi bahan perbincangan seantero negeri, kekerasan oknum aparat yang terlibat dalam acara pengukuran lahan pada lahan tambang andesit yang di tolak sebagian warga. Hal itu tentu menjadi sebuah fenomena arogansi korporasi dalam melakukan kegiatan usahanya. Fenomena menggunakan pendekatan pengerahan kekuatan aparat tentu bukan menjadi barang baru seperti dalam penanaman kabel yang pernah terjadi pada PT. BSI (Bumi Suksesindo) beberapa tahun lalu.

Read More

Hal ini tentu wajib diwaspadai oleh para pegiat masyarakat ketika sinyalemen akan dimulainya ekplorasi tambang emas di gunung Salakan yang menjadi bagian dari IUP PT. BSI yang sampai saat ini terus mendapatkan tantangan dari masyarakat sekitar gunung Salakan Pesanggaran Banyuwangi.

Fajar Isnaini (Ketua KMB Banyuwangi)

Sebagaimana layaknya sebuah surat ijin tentu eksplorasi juga ada tenggat waktunya. Maka tentu investasi besar ini akan menjadi pertaruhan bagi korporasi kalau tidak segera dilakukan eksplorasi di gunung Salakan yang dalam beberapa kali untuk melakukan survey selalu ditolak oleh warga.

Gunung Salakan ini menjadi salah satu bagian dari mata pencaharian warga ketika keadaan laut sedang tidak memungkinkan untuk melaut. Mengingat ada sumber ekonomi warga berupa tanah untuk bercocok tanam sebagai salah satu upaya penguatan ekonomi warga.

Eksplorasi pada dasarnya adalah sebuah proses awal sebelum gunung tersebut untuk di eksploitasi mineralnya. Tentu ini menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup bagi warga yang menggantungkan hidupnya di Gunung Salakan Pesanggaran Banyuwangi.

Tentu ini menjadi sebuah PR bagi warga, apakah menerima kalau pada akhirnya Salakan akan senasib dengan gunung Tumpang Pitu yang tambang emasnya lebih dulu dieksploitasi?

Gunung Salakan kini memanggil para aktivis, mahasiswa dan masyarakat untuk bersama sama melakukan penolakan terhadap rencana eksplorasi tanpa harus melanggar hukum. Bahkan bila perlu melakukan class action agar keangkaramurkaan korporasi bisa dihentikan untuk melakukan perusakan lingkungan kembali. Sudahi perdebatan kita semua wajib waspada dengan semua intrik dan aroma wadasisasi yang menggunakan pengerahan oknum aparat dan adu domba antar warga masyarakat.

Gaungkan #savesalakan #salakanmemanggil #jangantambangsalakan sebagai alarm calling solidarity semua anak bangsa yang masih punya nurani melawan korporasi tambang. (Penulis adalah Akademisi, Ketua Kaukus Muda Banyuwangi)

Simak juga kesaksian warga yang gara-gara nonton film KKN Di Desa Penari, Sukmanya anak Banyuwangi dibawa ke alam mimpi hingga 5 kali. Bahkan saat di tengah wawancara pun roh gaib datang hingga ia mengalami trans. Selengkapnya hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:

 

 

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *