BANYUWANGI: Maraknya kasus kekerasan seksual dengan korban anak dibawah umur, serta dalam rangka Hari Anak Nasional, Polresta Banyuwangi membuka layanan hotline 24 jam. Para korban seksual ataupun kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut bisa menghubungi langsung nomor hotline di 08234773500.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa mengatakan, layanan tersebut dibuka untuk mempermudah para korban untuk lebih terbuka dan tidak takut melapor ke Polisi. Tentunya, dengan layanan tersebut para korban bisa langsung cepat lapor jika memang terjadi kekerasan seksual.
”Mengingat banyaknya kasus seksual, kita membuka hotline khusus juga untuk kasus seksual. Sehingga, para korban bisa segera melapor melalui hotline yang sudah disediakan tanpa dibeberkan identitas pelapor,” ujar Deddy.
Simak juga: Guna menelisik KKN 2009 di Desa Penari, ada beberapa klu penting yg tak terbantahkan. Di antaranya bahwa desa setempat sangat kuat adat istiadatnya, ada ruang adat dari 4 Soko ayu, kopi beraroma melati dst. Berikut sekadar referensinya, hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:
Layanan tersebut, jelas Deddy, juga untuk mempermudah masyarakat dalam melaporkan adanya kasus seksual. Dikarenakan, kebanyakan dari korban kasus seksual merasa takut ataupun diintimidasi oleh terduga pelaku.
”Masyarakat bisa melaporkan melalui Hotline yang sudah disiapkan dengan mencantumkan nama dan alamat. Nantinya, ditindaklanjuti oleh para petugas yang selalu stanby 24 jam untuk menerima laporan para korban,” katanya.
Dibukanya layanan tersebut masih kata Deddy, juga sebagai bentuk kepedulian Polresta Banyuwangi terhadap anak. Khusnya ditengah hari peringatan anak nasional. Sehingga, Poresta Banyuwangi berupaya melaukan pencegahan maupun penanganan lebih cepat.
”Melalui Hotline ini, kita tentunya berharap bisa membantu para korban seksual. Agar, dapat melindungi generasi penerus bangsa tersebut,” ungkapnya.
Deddy berharap, dengan segala upaya yang telah dilakukan tersebut dapat menekan angka kekerasan seksual khususnya di Kabupaten Banyuwangi. Makanya, memang harus menguatkan komitmen dan kerjasama seluruh elemen di Bumi Blambangan.
”Ketika kita dapat melindungi anak khususnya, maka pastinya bisa menciptakan lingkungan social yang ramah dan mampu melindungi anak-anak khususnya di Banyuwangi,” jelasnya. (Arya/Humas Polresta Banyuwangi)
GEGARA NONTON FILM KKN DESA PENARI: Tak disangka gara-gara nonton film KKN Di Desa Penari, Sukmanya anak Banyuwangi dibawa ke alam mimpi hingga 5 kali. Bahkan saat di tengah wawancara pun roh gaib datang hingga ia mengalami trans. Selengkapnya hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:









