Aktivis Yunus Bela Emak-emak Yang Terjerat Bank Pelecit, Presiden Prabowo Akan Menindak Tegas Rentenir

Dari Kiri: Repro video pidato Presiden Prabowo Subianto yang akan menindak tegas praktik rentenir. Sedang Aktivis Yunus Wahyudi saat disambut emak-emak korban Bank Pelecit

“Langkah pantang mundur Aktivis Kontroversi Banyuwangi, Yunus Wahyudi untuk membela kalangan emak-emak yang terjerat hutang di rentenir dan bank pelecit menjadi fenomena yang tak terbantahkan. Apalagi Aktivis Yunus beserta timnya sudah mengantongi bukti-bukti dari praktik para Bank Pelecit yang tak mengantongi ijin. Ternyata hal itu selaras dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang akan menindak tegas paktik-praktik para rentenir dan bank-bank pelecit.”

Agenda roadshow aktivis Yunus Wahyudi di Desa Beneran Kidul Kecamatan Singojuruh Banyuwangi Senin, 5 Mei 2025 sempat tertunda, gara-garanya Aktivis Yunus mengalami tragedi dikeroyok 15 preman sewaan di Kantor KSP Bina Artha Desa Keradenan Purwoharjo Banyuwangi. Namun janji Aktivis Yunus untuk membantu persoalan emak-emak terkait rentenir dan Bank Pelecit akhirnya dipenuhinya.

Read More

Kehadiran Aktivis Yunus di Balai Desa Benelan Kidul Kecamatan Singojuruh Banyuwangi disambut penuh antusiasme oleh kalangan emak-emak, Selasa, (6/5/2025). Mengingat emak-emak sudah merasa resah gelisah dengan ulah para penagih yang tidak sopan, kasar dan suka main ancaman. Bahkan kadang merampas barang yang ada sebagai pengganti jika emak-emak tidak membayar angsurannya.

Aktivis Kontroversi Banyuwangi, Yunus Wahyudi

Dalam pertemuan dengan emak-emak tersebut, Aktivis Yunus didampingi Sekretaris Desa Benelan Kidul, Muhammad sedang Kades Habib Ali Mustafa sedang ada kepentingan di luar. Lalu tampak jajaran Polsek Singojuruh untuk turut serta membantu memberikan pengamanan selama berlangsungnya acara.

Di hadapan para emak-emak, aktivis Yunus menegaskan bahwa para rentenir dan bank-bank pelecit yang praktik di Banyuwangi tidak mengantongi ijin. Meski ada sebagian yang berijin tapi di kantor pusatnya di Jakarta, sedangkan di Banyuwangi tidak ada yang mengurus kelengkapan ijinnya.

“Sesuai dengan bukti-bukti yang sudah saya dapatkan bahwa para rentenir atau bank-bank pelecit yang praktik di Banyuwangi tidak ada ijinnya alias ilegal. Jadi emak-emak tak perlu membayar. Jika mereka memaksa menagih lagi, segera laporkan kepada bapak Kepala Desa. Selanjutnya untuk diteruskan kepada pihak kepolisian,” tegas Yunus sembari menunjukkan lembaran bukti-bukti yang dimilikinya.

Ketika sesi dialog, masing-masing perwakilan emak-emak secara bergantian mengadukan problematikanya terkait kejamnya rentenir dan bank-bank pelecit. Salah satunya adalah Bu Iin umur (50 tahun) menyampaikan, hingga saat ini ia didatangi petugas penagih dari Bank Mekar.

Tampak dari kiri: Iin dan Rohmah metasa jadi korban kejamnya Bank Pelecit

“Maaf Pak Yunus, katanya Bank Mekar itu sudah ditutup. Tapi mengapa saya terus ditagih? Padahal kulo niki sampun susah nggih. Terus dospundi niki? (Padahal saya ini sudah susah ya. Terus bagaimana ini,” keluhnya sembari mengiba.

Dengan lugas dan tegas Yunus memberikan jawabannya. “Lebih baik jangan dibayar. Karena Mekar itu tidak berijin. Jika nagih lagi laporkan saja kepada pak Kades biar ditindaklanjuti ke Polsek,” tandasnya.

Sedangkan Rohmah (32 Tahun) dari Dusun Gebang Kidul mengaku sebagai nasabahnya Bank Mekar. Dikatakannya petugas Bank Mekar itu sangat meresahkan. Karena saat menagih selalu memaksa dengan perkataan yang kasar dan menyinggung.

“Derek-derek niki sekali sak niki tempo mbenjeng mbenjeng mawon, niko mboten angsal (Orang-orang ini sekali sekarang tempo besok besok saja, itu saja tidak diperbolehkan, red.). Terus kita bagaimana ngomongnya dan bagaimana juga setelah kita mendapatkan surat-surat itu pak?,” keluh Rohmah seraya menyerahkan surat dimaksud ke Aktivis Yunus.

Aktivis Yunus pun sontak memberikan jawabannya. “Bahwa betul ini surat ijin dari Mekar. Tetapi ijin ini ditetapkan di Jakarta. Sedangkan ijinnya di Banyuwangi belum ada. Misalnya seperti KTA ijinnya di Jember tidak boleh beroperasi di Banyuwangi. Lalu penagih yang melakukan kayak pengambilan gas elpiji dan yg lain-lain bisa diproses secara hukum,” kata Yunus memberikan penegasannya.

Yang menarik, meskipun pertemuan tersebut diadakan di Desa Benelan Kidul Kecamatan Singojuruh namun ada yang datang dari Bangorejo, yaitu Ida Laila (33 Tahun). Ida mengaku sengaja menyempatkan hadir di Desa Benelan Kidul karena telah mendengar adanya kedatangan Aktivis Yunus di desa tersebut. Dengan memberanikan diri, Ida maju ke depan dan menyodorkan pertanyaan.

Tampak Ida yang jauh-jauh dari Bangorejo menyempatkan diri untuk mengadukan problematikanya terkait Bank Mekar

“Maaf Pak Yunus, saya ibu Ida dari Garit Bangorejo. Apakah memang benar Mekar itu sudah ditutup pak,” Kata Ida mengawali pertanyaannya.

Dan pak Yunus pun langsung menjawabnya. “Iya mbak., Mekar memang sudah ditutup di Banyuwangi. Karena ijinnya di Jakarta dan jangan di bayar. Karena telah melanggar hukum, tidak punya ijin. Mekar itu tidak membayar pajak pendapatan dan tidak melaporkan hasil keuangan dan lain-lain. Maka ditutup tidak boleh beroperasi lagi di Banyuwangi,” urai Yunus dengan lugasnya.

Namun ternyata Ida kembali melontarkan pertanyaan dengan penuh rasa percaya diri. “Pak Yunus, terus kapan di desa kami dikunjungi?,” tanyanya lagi.

“InsyaAllah kalau emak-emak disana sudah kompak, saya akan datang,” pungkas Yunus memberikan jawabannya.

Sementara itu secara terpisah dalam sebuah acara Presiden Prabowo Subianto yang penggalan pidatonya menyinggung soal Rentenir. Dalam video yang diunggah di Tiktok dengan atas nama Lingkardotnews, Prabowo merasa prihatin kepada rakyat yang terjerat oleh hutang di rentenir.

“Belum lagi masalah-masalah 10 tahun yang lalu, hutang orang kecil yang sebenarnya sudah dihapus oleh bank-bank. Namun masih saja jutaan petani kecil kita tidak bisa pinjam lagi. Terpaksa pinjam di rentenir, pinjam di pinjol. Pinjaman online. Rentenir yang gila, bunganya harian. Luar biasa. Kita hapus. Kita ambil tindakan-tindakan yang harus kita ambil dengan beberapa resiko,” tegas Prabowo menyakinkan. (anton budi hartono) 

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *