“Tak jauh dari jantung ibu kota Banyuwangi Jawa Timur, ternyata terdapat wisata-wisata pantai yang yang memiliki pemandangan cukup eksotis. Di antaranya adalah Pantai Hutan Cemara, di mana sepanjang bibir pantainya dipenuhi dengan pepohonan Cemara Laut dan Cemara Udang. Dan yang mengejutkan lagi, di seputar Pantai Cemara juga ada konservasi penyu. Berikut catatan sejarah Pantai Cemara beserta ragam keindahannya.”
WISATAWAN yang mengunjungi Pantai Hutan Cemara, bukan hanya akan menikmati keindahan pantainya yang bertebaran pohon-pohon Cemara. Akan tetapi juga dapat menimba ilmu pengetahuan tentang penangkaran dan pelestarian penyu. Yakni habitat langka yang mendapat perlindungan khusus dari negara.
Meskipun tak banyak yang tahu bahwa Pantai Cemara mulanya bernama Pantai Rejo. Sebelum menjadi destinasi wisata Pantai Cemara dulunya sebagai daerah yangl gersang dan jarang adanya pepohonan. Bahkan setiap kali ada angin berhembus kencang dari pantai, butiran-butiran pasir kering bertebaran kemana-mana. Sehingga para warga yang bermukim dekat dengan pantai tersebut kerapkali berkeluh kesah karena butiran-butiran pasir bertebaran di rumah-rumah warga.

Menyadari hal tersebut, akhirnya pada 2011 para nelayan bekerja sama dengan jajaran pemerintah setempat melakukan kerja bhakti. Yakni secara massal mulai menanam pohon-pohon Cemara di sepanjang tepian pantai. Tujuannya selain untuk penghijauan sekaligus untuk mencegah potensi terjadinya erosi. Setelah pepohonan mulai tumbuh, yang awalnya bernama Pantai Rejo pun berubah menjadi Pantai Hutan Cemara. Karena pohon-pohon Cemara telah tumbuh dengan lebatnya.
Pada perkembangannya, wisata Pantai Cemara yang masuk Dusun Rowo, Kelurahan Pakis Kecamatan Banyuwangi kota akhirnya dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama Pantai Cemara dengan pendampingan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banyuwangi. Agar lebih memenuhi kelayakan sebagai destinasi wisata, Pemkab Banyuwangi membangun infrastruktur jalan masuk, penataan landscape-nya hingga menunjang promosi.
Dengan jarak yang hanya sekitar 3 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, destinasi wisata Pantai Cemara mempunyai beragam keunikan dan keindahannya sebagai berikut:
Pemandangan Eksotis Pantai Cemara:
Destinasi wisata Pantai Cemara selain memiliki pemandangan yang eksotis, ternyata juga menyembunyikannya keunikan tersendiri. Karena ada dua zona di kawasan pantai Pantai Cemara. Yakni Zona pertama adalah zona yang ditujukan untuk pengunjung atau area bebas. Anda bebas berfoto atau bermain di antara pepohonan cemara.
Lalu zona kedua merupakan zona inti. Yakni zona yang dikhususkan untuk tempat penangkaran penyu. Dengan demikian, di zona inti ini para pengunjung tidak mempunyai keleluasaan berekreasi agar tidak merusak kawasan penangkaran penyu. Sehingga dalam pengawasan khusus oleh oleh para petugas.

Kawasan Konservasi Penyu:
Bagi para wisatawan yang berkunjung di wisata Pantai Cemara akan mendapatkan pengalaman baru. Utamanya saat berada di seputar Konservasi Penyu, karena melihat adanya jenis penyu Lekang. Namun biasanya akan datang sekitar Maret hingga Agustus. Tetapi puncaknya pada Juni karena penyu akan datang setiap hari untuk bertelur untuk berkembang biak.
Keberadaan tempat penangkaran penyu tersebut dilakukan warga masyarakat setempat sejak 2014. Tujuannya tak lain semata-mata untuk melindungi telur-telur penyu di kawasan Pantai Cemara dari predator. Hingga kini tempat penangkaran penyu semi-alami tersebut telah menempati empat hektar lahan dari keseluruhan sepuluh hektar lahan di kawasan wisata Pantai Cemara Banyuwangi.
Kesejukan Pantai Hutan Cemara:
Di area wisata Pantai Cemara dijamin teduh dan nyaman. Karena lebatnya pepohonan cemara udang dan cemara laut dimana-mana. Di antara rerimbunan pepohonan cemara tersebut ada celah-celah yang menyerupai lorong-lorong. Wisatawan dapat menikmatinya secara leluasa. Apalagi kebersihannya di sepanjang pantai terpelihara dengan baik.
Begitu juga bagi wisatawan yang mengajak anggota keluarganya, tentu saja dapat menikmati segala ragam keindahannya. Bagi anak-anak dapat bermain pasir dan ombak di tepi pantai dalm pengawasan orang tuanya. Sedangkan bagi kalangan orang tua dapat menyusuri hamparan pasir hitam atau hanya duduk-duduk di hutan cemara sambil menikmati pemandangannya.
Begitu bagi kaula muda, tentunya dapat mengukir nuansa romantisme bersama pasangannya masing-masing. Tak lupa sembari mengabadikan kenangannya melalui poto-poto dengan spot-spot pilihan yang terindah. (tim dhuta ekspresi)









