Dua Kali Tabung Gas Emak-emak Kumbo Gumirih Singojuruh Dirampas Petugas Bank Pelecit

ILUSTRASI: Dua kali tabung gas emak-emak Dusun Kumbo Gumirih Singojuruh Banyuwangi ini dirampas oleh petugas Bank Pelecit

“Perilaku dan tindakan oknum-oknum kalangan penagih Bank Pelecit, sudah melampaui batas kewajaran dan tidak bisa ditoleransi lagi. Apalagi saat nasabah emak-emak belum bisa membayar angsuran, sontak oknum penagih bersikap kasar tanpa kompromi. Bahkan ironisnya, semena-mena merampas barang perabotan rumah tangga yang ada di rumah nasabah. Diantaranya mengambil dengan paksa, seperti peralatan dapur, tabung gas elpiji dan yang lainnya.”

Memahami hutang piutang hakikinya berada di ruang lingkup hukum perdata. Akan tetapi persoalan merampas barang orang lain dengan paksa, nyata-nyata hal itu perbuatan tindak pidana. Jika saja emak-emak mengetahui konteks tersebut, sebenarnya berpeluang melaporkan kepada pihak berwajib atas perbuatan tindak pidana yang dilakukan oknum-oknum penagih Bank Pelecit. Tentu saja tinggal menakar keberanian emak-emak untuk melakukan langkah-langkah hukum yang diperlukan.

Read More

Dari sekian banyak emak-emak yang kerap kali mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari penagih Bank Pelecit, salah satunya Mbah Mutmainah (nama samaran) yang berani bersuara. Warga Dusun Kumbo Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi itu mengaku, saat bayar angsuran telat petugas Bank Pelecit langsung marah-marah. Bahkan dengan seenaknya mengambil barang-barang rumah tangga yang dimilikinya.

Tampak Mutmainah merasa pusing tujuh keliling setelah dua kali tabung gasnya dirampas oleh petugas Bank Pelecit

“Sampun ping kaleh tabung gas kulo dicangking tiang setri kudungan. Terose dugi Srono. Goro-gorone kulo telat bayar setoran teng Bank Pelecit. (Sudah dua kali tabung gas saya dirampas seorang wanita berjilbab. Katanya dari Srono. Gara-garanya saya telat membayar angsuran di Bank Pelecit, red.),” ungkap Mbah Mutmainah menceritakan kisah pilunya dengan Bank Pelecit.

Ditambahkannya, petugas Bank Pelecit yang datang ke rumahnya ada dua orang. Yakni ada yang berasal dari daerah Kabat dan dari wilayah Srono. Namun Mutmainah mengaku tidak tahu menahu soal namanya.

“Padahal tabung gas niku kangge masak sedinten-dinten nggih. Ajenge tumbas maleh kulo mpun mboten nggadah yotro. (Padahal tabung gas tersebut untuk masak sehari-hari ya. Hendak beli lagi saya tidak punya uang, red.),” keluhnya dengan nada yang memelas mengundang empati.

Saat penggalan pengakuan Mutmainah yang menceritakan tentang dua tabung gasnya yang dirampas petugas Bank Pelecit itu diunggah di kanal YouTube Dhuta Ekspresi Banyuwangi. Akhirnya mendapat beragam komentar dari kalangan netizen.

Salah satunya yang menarik adalah dari akun bernama @BudeLita membenarkan pengakuan cerita Mutmainah. Katanya memang petugas Bank Pelecit suka merampas barang-barang milik nasabah.

“Enggeh bener bank Pelecit hang tukang nyangkingi barang dunk seng setor. (Memang benar Bank Pelecit yang suka merampas barang kalau tidak setor, red.),” ketusnya. (anton budi hartono)

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *