BANYUWANGI: Bunga Desa merupakan program unggulan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani sejak dilantik tahun 2020. Yakni dengan cara ngantor di Desa secara bergulir. Hal itu semata-mata demi menjalankan tata kelola pemerintahan di Pemkab Banyuwangi.
Salah satunya saat Ngantor di Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi. Meskipun Desa Kandangan berlokasi di ujung selatan Banyuwangi, Namun Bupati Ipuk tetap berupaya mewujudkan program Bunga Desa yang telah dicanangkannya.
Warga Desa Kandangan tersebar di beberapa tempat, Disamping di seputar pusat desa namun juga sebagian besar berada di kawasan perkebunan yang dikelola PTPN XII. Sehingga dibutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam dari Banyuwangi kota menuju Desa Kandangan tersebut.
“Dengan menggelar program Bunga Desa di Kandangan ini meski dalam keterbatasan. Tujuannya tak lain adalah demi mengoptimalkan berbagai pelayanan publik di kawasan di ujung Banyuwangi selatan ini,” ungkap Bupati Ipuk seraya beragumentasi.
Demi suksesnya program Bunga Desa, Bupati Ipuk melibat langsung beberapa SKPD terkait. Di antaranya mengadakan berbagai pelayanan untuk mempermudah masyarakat di dua desa sekaligus.
“Yaitu mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, Nomor Induk Berusaha, PBB dan lain sebagainya. Jadi berbagai layanan ini kami gelar selama dua hari. Harapannya, berbagai persoalan mendasar, seperti pembuatan KTP, KK, akte dan lain sebagainya bisa tuntas segala hal yang menjadi persoalan,” tandas Bupati Ipuk berterus terang.
Adalah Hestiowati salah satu warga Desa Kandangan menyambut dengan penuh antusias. Ia menguruskan Kantu Identitas Anak (KIAI) untuk putrinya yang bernama Ines. Ia bersyukur bisa mengurus langsung kebutuhan administrasi kependudukan dengan mudah dan cepat secara gratis.
“Terus terang saja, selama ini saya mengurus surat-surat itu lewat calo. Sudah biayanya mahal waktunya juga lama. Karena jika jalan sendiri jauh dan penuh resiko,” ujar Hesti di pusat pelayanan di halaman SMP PGRI 3 Pelanggaran.
Di laut pelayanan publik ala Bunga Desa tersebut, biasanya warga Sarongan dan Kandangan mengurus administrasi, mereka harus datang ke Kantor Kecamatan setempat. Sehingga membutuhkan waktu sekita satu jam lebih. Mengingat banyak di antaranya yang tinggal di kawasan pedalaman dan jauh dari pusat desa.
Begitu juga halnya ketika Bupati Ipuk saat meninjau fasilitas layanan kesehatan di wilayah perkebunan letaknya sekitar 1,5 jam dari pusat desa. Sehingga Bupati Ipuk harus melewati perkebunan tebu dan menembus kawasan hutan produksi dengan melewati tiga sungai. Jalan yang dilalui masih jalan dengan kontur bebatuan yang berliku dan beresiko.
“Sengaja saya lakukan ini guna mengecek layanan kesehatan. Apakah yang tersedia di sini dan yang bisa kita bantu sarprasnya. Karena ini kan kawasan perkebunan juga. Tinjau balita stunting, dan ternyata balita tersebut ada masalah dengan tumbuh kembangnya. Kita akan rujuk ke RSUD Genteng. Juga meninjau pasien yang terkena kanker, sudah kita bujuk keluarganya tadi. Akhirnya dalam waktu dekat mereka bersedia dirujuk Surabaya guna mendapatkan penanganan yang lebih baik,” jelasnya.
Selama Bupati Ipuk Ngantor di Desa itu selain mengoptimalisasi sejumlah pelayanan publik juga menjalankan sejumlah program. Di antaranya melakukan peninjauan terhadap sejumlah infrastruktur publik seperti jalan dan jembatan, pemantauan terhadap program- program pendidikan fasilitas. Bahkan layanan kesehatan hingga menyalurkan berbagai bantuan ekonomi tak luput jadi perhatiannya.
“Segala permasalahan yang ada di desa ini harus segera dituntaskan. Kalau bisa dituntaskan secara langsung. Akan tetapi jika memang membutuhkan perencanaan khusus, kita akan segera mempersiapkan dengan lebih matang,” tegas Ipuk menyudahinya . (*)









