LUMAJANG: Erupsi gunung Semeru yang memuntahkan laharnya pada Sabtu, (4/12) lalu, dampaknya cukup dirasakan warga masyarakat Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Utamanya yang berdekatan langsung dengan gunung berapi aktif yang masuk sebagai salah satu dari 10 gunung tertinggi di Indonesia. Sedangkan lahar yang dimuntahkan, telah banyak memakan korban warga sekitarnya mulai yang terluka hingga nyawanya yang melayang. Tak sedikit pula rumah-rumah, harta benda, hingga hewan-hewan peliharaan turut menjadi korbannya.
Musibah alam dan kemanusiaan akibat muntahan lahar gunung Semeru tersebut, terjyata telah menyentuh hati nurani sosok dermawan, Aris Wahjudi Santoso yang kesehariannya dinas di Polda Jawa Timur. Sehingga ia terpanggil untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga masyarakat di wilayah Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang yang juga terdampak erupsi gunung Semeru.
Simak juga sekilas tayangan seputar prosesi korban muntahan lahar gunung Semeru, hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:
“Seperti yang kita ketahui bahwasanya gunung Semeru yang memuntahkan laharnya, telah banyak memakan korban. Bukan hanya rumah-rumah dan harta benda mereka yang musnah atau hewan-hewan peliharaannya yang turut jadi korban, tapi tak sedikit pula nyawa warga yang berpulang ke rahmatullah. Jadi ini merupakan musibah kemanusiaan yang amat memilukan. Tak ada salahnya saya turut berbagi walau hanya sekadarnya,” ujar pria yang akrab disapa Bang Aris itu dengan santunnya.
Sedangkan menurut Evi Rahayu yang sejak persiapan hingga penyerahan bantuan selalu setia mendampingi dengan lugas mengungkapkan, katanya secara pribadi memang Aris Wahjudi Santoso merasa terketuk hatinya. Hal itu setelah melihat penderitaan warga Kabupaten Lumajang yg terkena bencana muntahan lahar gunung Semeru.

“Beliau (Aris Wahjudi Santoso, red.) dalam memberikan bantuan memang inginnya terjun langsung ke lokasi dengan membawa bantuan sembako. Yakni berupa beras 70 sak, telur 6 krat dan 50 dus mie instan. Semuanya bantuan tersebut beliau sendiri yang membawa dan menyerahkan langsung kepada penerimanya. Menyangkut keseluruhan biaya berasal dari uang pribadi beliau,” jelas Evi secara berterus terang.
Ditambahkannya, penyerahan bantuan dari Aris Wahjudi Santoso tersebut dibagikan kepada 3 posko di wilayah Kecamatan Candipuro. Di antaranya adalah, posko di Dusun Karangbendo Desa Candi Piro terdapat pengungsi dari Kebun Deli Desa Sumberwuluh. Lalu posko di Dusun Wonosari Desa Penanggal, berkumpulnya para pengungsi dari Kampung Renteng Desa Sumber Wulu.

“ Selanjutnya posko ketiga berpusat di kantor Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Ya Alhamdulillah semua bantuan diterima langsung yang memang berhak menerimanya. Kami berharap, semoga bantuan dari bang Aris tersebut sedikit mengurangi beban dari para korban erupsi gunung Semeru dan musibah ini semoga pula segera berakhir,” urai wanita berjilbab itu sambil berlinangan air matanya.
Sementara itu tokoh masyarakat setempat, Gus Noufal sangat terharu dan merasa berterima kasih dengan kehadiran Aris Wahjudi Santoso, salah satu anggota Kepolisian Polda Jawa Timur. Apalagi kehadirannya menyerahkan bantuan secara langsung tanpa melalui perantara.
“Atas nama warga di sini, kami sangat berterimakasih kepada Bapak Aris Wahjudi yang sudah mau bersusah payah turun langsung ke lokasi terdampak lahar gunung Semeru. Dengan bantuannya, masyarakat sangat terbantu dan berterima kasih. Karena baru kali ini ada yang mau langsung ke warga yang terdampak. Jika disalurkan ke posko-posko, biasanya para warga tidak mendapatkan bagian bantuan secara merata,” tandas pria yang berhati lembut itu. (Tim Dhuta Ekspresi)
Simak juga perjuangan Tim 5 Kaukus Advokat Muda Indonesia (KAMI) yang menggugat melalui Citizen Law Suit terhadap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani atas penyerahan 1/3 kawasan gunung Ijen ke Kabupaten Bondowoso sebagaimana tautan di bawah ini:









