Langkah Warung New Normal melakukan kegiatan sosial di tengah ketatnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang bersifat darurat dan mendesak sejak 3 s/d 20 Juli dan diperpanjang hingga 25 Juli 2021, ternyata diikuti oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Meski sama-sama saling berlomba berbagi kepada sesama sebagai wujud keprihatinan akibat dampak pandemi Covid 19 dan ketatnya PPKM Darurat, namun ada pembeda dan perbedaannya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Warung New Normal dalam kegiatan sosialnya diawali pada 16 Juli 2021 dengan membagikan ratusan nasi kotak, lalu 17 Juli 2021 membagikan paket mie instan dan telur, pada 18 Juli 2021 membagikan Paket sayur mayur mentah dan lauk pauk, serta pada 19 Juli 2021 membagikan paket daging ayam menjelang Hari Raya Idhul Adha. Adapun dalam pembagiannya lebih memprioritaskan kaum manula dan janda-janda tak mampu.

Menurut koordinator Warung New Normal, Evi Rahayu menandaskan, pihaknya dalam melakukan kegiatan sosial tersebut dengan mengusung slogan “Era PPKM Darurat: Saatnya Peduli, Saatnya Berbagi”. Mengingat dampak PPKM Darurat sebagai akibat dari pandemi Covid 19, banyak warga masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya utamanya kaum manula dan janda-janda tak mampu.
“Warung New Normal sengaja hadir untuk membantu meringankan beban mereka. Oleh karenanya “Saatnya Peduli”, itu tak lain adalah rasa empati kami kepada mereka yang kesulitan secara ekonomi. Sehingga hati nurani kami merasa terpanggil untuk menaruh kepedulian,” ujar Evi kepada Dhuta Ekspresi seraya memberikan argumentasi.
Sedangkan “Saatnya Berbagi”, lanjutnya, lebih memberikan isyarat makna pentingnya untuk saling tolong menolong antar sesama. Sehingga, pihaknya mengambil inisiatif untuk membagikan paket-paket bantuan yang memang dibutuhkan kalangan manula dan janda-janda tak mampu dalam upaya pemenuhan kebutuhan kehidupannya.
Simak juga film Indhie beredukasi “Impian Sang Anak Kampung” Episode kedua dalam kisah “Karena Ekonomi Rela Putus Sekolah” di bawah ini:
“Semua anggaran untuk pengadaan paket-paket yang dibagikan kepada mereka (kaum manula dan janda-janda tak mampu, red.) tersebut murni dari kantong kami sendiri. Lalu sebagian lagi ada sumbangsih dari saudara dan beberapa sahabat. Saat inipun kami sedang mempersiapkan kegiatan sosial lanjutan untuk membagikan paket-paket lainnya, meski masih terbatas di seputar kecamatan Tegaldlimo Banyuwang,” ungkap Evi saat ditemui di basecamp-nya dengan pandangan mata berkaca-kaca.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi yang dipandegani Muhammad Yanuar Pribadi, kini juga memulai kegiatan sosial bertajuk “Indahnya Berbagi”. Sebagaimana pesan yang dibagikan melalu Li WhatsApp (WA), mengajak semua pihak untuk saling merangkai senyum di “Lapak Berbagi” di depan Kantor Disbudpar Banyuwangi.
Di antaranya ada slogan yang dirangkaikan berbunyi “Yang Butuh Silakan Mengambil, Yang Mampu Silakan Menaruh, Yang Diatas Mencatat”.
“Mari kita terus menyebarkan semangat dan perhatian bagi orang-orang yang tengah berjuang untuk hidupnya di tengah wabah pandemi dan di jalanan,” katanya sembari menyerukan.

Alinea penutup, memberikan penegasan “GRATIS …”. Dijelaskan lokasi TPS (Teman Peduli Sesama) berada di depan kantor Disbudpar Banyuwangi. Lalu disertakan @ipukfdani, @sugirah_bwi, @artoskembanglangit. Lalu #banyuwangikab, #majesticbanyuwangi, #banyuwangitourism, dan #indahnyaberbagi.
Saat dihubungi via WA-nya, pria yang akrab disapa pak Bram itu menjelaskan, pihaknya percaya masih banyak orang-orang baik yang plingin berbagi. Tetapi tidak tahu caranya.
“Ini (Lapak Berbagi, red.) merupakan salah satu cara untuk berbagi. Ya terutama membantu kesulitan sebagian saudara kita yg terdampak pandemi dan hidup di jalanan,” kata Bramuda menjabarkan latar belakang kegiatan sosialnya itu.
Adapun sumber anggaran kegiatannya, imbuhnya, bersumber dari anggaran pribadi berupa sedekah harian. Meski demikian bagi calon penerima sengaja tidak dibatasi, sehingga siapapun yang membutuhkan bebas mengambilnya.
“Lapak Berbagi ini bisa diisi oleh siapa saja yg mau berbagi, dan siapa saja yang butuh bisa mengambilnya. Alhamdulillah juga mendapat supporl dari komunitas Kembang Langit yang merupakan sanggar buat wadah para pelukis,” jelasnya. (Tim Dhuta Ekspresi)
Simak juga Penelusuran lewat “Petualangan Wisata Mistis” demi nguri-nguri budaya warisan leluhur, hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:









