Emak-emak Aliyan Minta Tolong Aktivis Yunus; Gegara Rentenir & Bank Pelecit Hingga Kendat Bin Bunuh Diri

Emak-emak Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi menunggu dalam penantian bantuan Aktivis Kontroversi Banyuwangi, Yunus Wahyudi

“Praktik-praktik Rentenir dan Bank Pelecit Bin Bank Titil Bin Bank Setan, ternyata sangat mempengaruhi dan mengoyak tatanan kehidupan sosio kemasyarakatan. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh kalangan emak-emak Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi melalui video berdurasi 1.57 menit (satu menit lima puluh tujuh detik). Melalui jeratan pinjaman dengan bunga mencekik, akibatnya terjadi keretakan rumah tangga, bahkan ada yang minggat hingga kendat bin bunuh diri. Seraya memelas emak-emak tersebut minta tolong kepada aktivis kontroversi Banyuwangi, Yunus Wahyudi.”

Kisah pedih nan memprihatinkan yang dialami emak-emak Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, mungkin hanya penggalan kecil dari problematika masyarakat luas di era Rentenirisasi dan Bank Pelecitisasi. Namun jika ditelaah secara mendalam, sungguh menggiris hati. Mengingat emak-emak nekat meminjaman uang di Rentenir dan Bank Pelecit dengan bunga selangit. Sehingga saat membayar angsuran harus pontang-panting dan mengorbankan hal-hal penting dan krusial lainnya.

Read More

Menurut Jubir (Juru Bicara) Emak-emak Desa Aliyan, Hindunwati (nama samaran) mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini sedang dalam kesusahan. Di sisi lain segala kebutuhan hidup sehari-hari harganya sangat mahal. Sedangkan hasil jerih payah kerja sama sekali tidak mencukupi.

“Dengan penghasilan yang pas-pasan namun masih harus membayar ini itu dan makan. Jadi itu tidak nutut (tidak mencukupi, red.). Anak-anak yang seharusnya sekolah banyak yang tidak sekolah. Karena tidak bisa untuk membiayai. Mengapa bisa begitu? Karena sudah habis untu membayar setoran pinjaman di Rentenir dan Bank Pelecit,” keluhnya dengan ekspresi yang menyedihkan.

Adapun alasan emak-emak mengorbankan sekolah anak-anaknya tersebut, kata Hindunwati, karena sewaktu meminjam uang di Rentenir maupun Bank Pelecit dengan sistem tanggung renteng. Sehingga diantara emak-emak secara iuran bersama dikumpulkan untuk membayar angsuran tagihan.

Kalangan emak-emak Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi serempak minta tolong aktivis kontroversi Banyuwangi, Yunus Wahyudibuntuk mengatasi masalah dengan Rentenir dan Bank Pelecit yang terekam video dan beredar luas du medsos

“Kalau tidak begitu kasihan teman-teman semuanya itu. Karena harus tanggung renteng untuk setor angsurannya. Sebenarnya kita ya malu juga. Sedangkan saat meminta tolong kepada suami malah dimarahi. Katanya kenapa harus tanggung renteng? Ya gimana lagi karena tidak ada uang dan tidak nutut dengan penghasilan. Sudah tahu sendiri kan apa-apa itu serba mahal,” ujarnya sembari memberikan alasannya.

Ditambahkannya, meminjam di Rentenir dan Bank Pelecit itu bukannya mengatasi masalah namun justru banyak menimbulkan masalah. Hal itu bukan hanya menyangkut keuangan keluarga, tetapi juga menciptakan masalah lain dalam rumah tangga yang sangat pelik.

“Makanya sekarang kita menyadari, akibatnya yang timbul sudah bisa kita rasakan. Yaitu pertama orang bercerai, kedua ada orang yang minggat. Bahkan ketiga ada yang hingga bunuh diri, ada juga yang kendat dengan cara gantung diri. Gara-garanya sudah tidak kuat lagi menanggung beban hutang. Sementara para penagih pelecitnya setan-setan itu kasar dan memaksa pak,” teriaknya dengan nada suara serak menahan tangis.

Sehingga tak mengherankan jika kini emak-emak seperti terjebak dalam simalakama, tak tahu harus bagaimana cara mengatasinya. Kalangan emak-emak Aliyan itupun sepakat minta tolong kepada aktivis kontroversi Banyuwangi, Yunus Wahyudi agar berkenan membantu permasalahan yang menjeratnya.

“Ini terus gimana pak? Minta tolong pak, minta bantuannya sama pak Yunus. Pak Yunus, minta tolong bantu masyarakat (Desa Aliyan, red.) semuanya ya. Besok ketemu sampean sendiri. Semoga panjang umur, sehat, rejeki lancar ya pak menolong orang. Gimana teman-teman setuju? Setujuuuuuu…,” pungkasnya dengan serempak suara emak-emak menyebut nama Yunus Wahyudi agar mau membantunya. (anton budi hartono)

Tonton juga video terkait Rentenir dan Pelecit di bawah ini:

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *