Aktivis Yunus Dikeroyok 15 Preman Sewaan Saat Bela Emak-emak Yang Terjerat Bank Pelecit Bin Bank Setan

Aktivis Kontroversi Banyuwangi, Yunus Wahyudi saat menceritakan kejadian pengeroyokan oleh 15 preman sewaan

“Diluar dugaan perjuangan Aktivis Kontroversi Banyuwangi, Yunus Wahyudi membela emak-emak yang terhimpit Bank Pelecit Bin Bank Titil Bin Bank Setan harus berhadapan dengan premanisme. Aktivis Yunus bersama dua asistennya dikeroyok oleh 15 lebih preman sewaan di area kantor Bina Artha Desa Karadenan Purwoharjo Banyuwangi, Senin (5/5/2025). Dalam berantem brutal tiga lawan 15 tersebut terjadi aksi saling pukul memukul hingga berdarah-darah tak terelakkan.”

Peristiwa tragis tersebut diungkapkan Yunus langsung melalui video berdurasi 3 menit lebih 18 detik. Lalu diunggah ke akunnya di Tiktok bernama “Guru Jalanan”. Diceritakan, awalnya pagi-pagi ia mendampingi emak-emak yang terjepit hutang Bank Pelecit dan tak mampu bayar. Karena bunganya yang sangat tinggi dan terasa mencekik.

Read More

“Tadi saya bersama emak-emak mendatangi kantor Koperasi Bina Artha di Keradenan Purwoharjo ini untuk menyampaikan aspirasi. Selanjutnya saya keluar melakukan orasi kurang lebih 10 menit lamanya. Sejak itulah mulai terdengar kata-kata kasar dan tidak sopan. Padahal saya bicara baik-baik,” ungkap Yunus mengawali peristiwanya.

Ditambahkannya, saat konsentrasi berorasi tiba-tiba ada salah satu preman bergerak cepat mendekat dan langsung memukul. Lantas diikuti oleh preman-preman lainnya hingga terjadi aksi pukul memukul yang tidak terkendali.

“Saya hanya bertiga bersama asisten dan bendahara, namun dikeroyok oleh 15 an preman bodyguard-bodyguard
dari Jember yang disewa dan dipersiapkan pihak koperasi. Jadi saat berantem tersebut bukan hanya adu pukul tetapi juga saling lempar-lemparan kursi,” ujar Yunus secara berterus terang.

Tonton juga film terkait Korban Kejamnya Rentenir dibawah ini:

Adapun terjadinya aksi pukul memukul tersehut, menurut Yunus, justru yang memulainya para preman sewaan. Karena merasa mempunyai keberanian, akhirnya demi emak-emak Yunus melakukan pembelaan diri.

“Terjadinya berantem tersebut di ruangan sempit kurang lebih selama 20 menit. Meskipun kami hanya bertiga namun kami mampu atasi keroyokan 15 lebih preman. Akhirnya sama-sama kecapean. Lihat saja ini baju saya penuh dengan darah yang mengucur. Ini bukan darah saya. Tapi darah mereka para preman itu yang telah menyakiti orang-orang saya. Nah ini sebagai poin penting bagi seluruh rakyat Indonesia,” urai Yunus sembari menunjukkan baju putihnya yang penuh noda darah.

Diakuinya, Yunus melakukan semua ini demi membela emak-emak yang terjerat oleh Bank Pelecit. Karena cara menagihnya waktu di malam hari, sudah tidak sopan juga kasar sekali. Itulah sebabnya ia bersama timnya hadir untuk membela nasibnya kalangan emak-emak.

“Untuk suara saya ini se Indonesia ya. Saya satu-satunya dan pertama kali dari Banyuwangi. Saya ini aktivis jalanan yang membela emak-emak dari Sabang sampai Merauke. Walaupun lewat telepon kita masih bisa memberikan pembelaan kepada emak-emak,” pungkasnya. (anton budi hartono)

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments