Setelah Ditolaknya Eksepsi Bupati Banyuwangi & Bupati Bondowoso, GARRAB Akan Lakukan Langkah-langkah Strategis Terkait Persoalan Ijen

Tampak Koordinator Umum Gerakan Rakyat Banyuwangi Bersatu (GARRAB), Bondan Madani di atas mimbar depan Kantor Pemkab Banyuwangi sedang berorasi lantang menuntut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani agar mengembalikan keutuhan kawasan gunung Ijen ke pangkuan Banyuwangi

BANYUWANGI: Koordinator Umum Gerakan Rakyat Banyuwangi Bersatu (GARABB), Bondan Madani membeberkan bahwa dirinya dan rekan-rekan sudah tak menghiraukan cibiran atau hujatan dari siapapun terkait aksi yang dilakukan di depan Kantor Pemkab Banyuwangi dengan membakar foto mantan Bupati dan Bupati Banyuwangi, (21/12).

Namun kini, Bondan mengajak skuad GARABB untuk update perkembangan terbaru gugatan Citizen Law Suit (gugatan warga negara) yang dilakukan oleh Tim 5 KAMI (Kaukus Advokat Muda Indonesia) atas penyerahan sepihak 1/3 kawasan gunung Ijen ke Kabupaten Bondowoso oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Read More

Pasalnya dalam pemberitaan media menjelaskan bahwa menyangkut kepastian perihal putusan sela, eksepsi baik tentang kompetensi absolut maupun relatif yang diajukan oleh masing-masing kuasa hukum dari Bupati Banyuwangi selaku tergugat dan Bupati Bondowoso sebagai turut tergugat I ditolak oleh majelis hakim. Meskipun pemberitahuannya disampaikan melalui E-Court.

WAJIB TAHU: Gugatan Citizen Law Suit (gugatan warga negara) terhadap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani atas penyerahan 1/3 kawasan gunung Ijen ke Kabupaten Bondowoso dgn mempertimbangkan 4 aspek. Yakni, aspek filosofis, historis, yuridis dan ekonomis. Simak selengkapnya hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:

“Ini merupakan kabar baik bagi kami (GARRAB, red.)dan bagi masyarakat Banyuwangi secara menyeluruh. Kami akui meskipun perjuangan belum usai, namun setidaknya mendengar kabar ini kami bisa sedikit bernafas lega. Tak lupa kami ucapkan terimakasih banyak kepada Tim 5 KAMI yang telah berjuang hingga sejauh ini. Semoga selalu diberikan kesehatan agar apa yang menjadi tujuan bersama bisa benar-benar terwujud,” ingkap Bondan Madani kepada media, Kamis 23 Desember 2021.

Secara berterus terang, Bondan merasa senang mendengar perkembangan terbaru masalah Kawah Ijen. Dirinya optimis bahwa apa yang pihaknya yakini dan perjuangkan selama ini bisa memperoleh keberhasilan.

“Menyikapi informasi ini (Ditolaknya eksepsi dari Bupati Banyuwangi dan Bupati Bondowoso, red.), maka GARABB akan segera melakukan pertemuan guna menentukan tindakan. Karena momentum seperti ini harus segera ditangkap agar peluangnya tak hilang. Jika kurang cepat dan tak mengambil keputusan tepat semua akan menjadi cerita sesaat,” terangnya.

Soal agenda sidang pembuktian pada hari Rabu, 29 Desember 2021, pihaknya sedang mendiskusikan dengan seluruh anggota dan akan segera berkomunikasi maupun berkordinasi kepada pihak tim 5 KAMI. Tentu saja terkait langkah-langkah strategis yang perlu diambil demi mempertahankan keutuhan kawasan gunung Ijen ke pangkuan Banyuwangi.

“Insyaallah dalam waktu dekat akan ada keputusan, tentunya setelah kami berkonsultasi dengan pembina dan penasihat GARABB. Setelah itu kami juga akan berkoordinasi dengan tim 5 KAMI, apakah pada saat sidang kami dari GARABB perlu berorasi di depan Pengadilan Negeri atau kami cukup gelar tandatangan dan lain sebagainya. Semuanya itu perlu dikomunikasikan dengan baik,” urainya.

Alumni muda HMI ini mengaku siap jika memang dibutuhkan untuk menyuarakan kebenaran mengenai keputusan sepihak orang nomor satu di Banyuwangi. Utamanya berkenaan dengan terancam hilangnya ikon kebanggaan Banyuwangi yang diserahkan ke daerah lain oleh Bupati Ipuk tanpa berpikir panjang.

“Yang terpenting kawah Ijen kembali ke pelukan Banyuwangi, dan Bupati Ipuk Fiestiandani harus meminta maaf secara terbuka di hadapan media kepada masyarakat Banyuwangi. Hal itu sebagai akibat dari keteledoran dan kecerobohannya dalam membuat kebijakan, hingga menciptakan kegaduhan dan meresahkan masyarakat luas,” pungkasnya. (Junlaros/Dhuta Ekspresi)

Kisah mistis yang dialami pak Mangku Gimin yang selama 3 malam berturut-turut mendengar rintihan wanita nan memilukan di seputar area Beji Antaboga Glenmore Banyuwangi. Selengkapnya hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:

.*

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *