Wakil Ketua LDKS PIJAR Mengkritisi Respon Cepat Bupati Ipuk Terkait Dugaan Pemalakan Di Tempat Wisata

Wakil ketua II Lembaga Diskusi Kajian Sosial Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (LDKS PIJAR), Mahfud Wahib

Mahfud: Harusnya, hal yang sama juga diperlihatkan ketika masyarakat menanam pohon pisang di jalan atau  ada demonstrasi di depan kantor Pemkab

BANYUWANGI: Wakil ketua II Lembaga Diskusi Kajian Sosial Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (LDKS PIJAR), Mahfud Wahib ini angkat bicara soal Respon cepat dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani atas dugaan pemalakan yang terjadi di wisata Pantai Bangsring, Wongsorejo, Banyuwangi yang viral di media sosial.

Read More

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh orang nomor satu di Banyuwangi itu sudah benar. Namun beliau seolah tidak bereaksi ketika ada kejadian yang viral di area yang berdekatan dengan tambang emas.

“Yang membuat kami geram karena beberapa hari yang lalu, ada keributan di wilayah Pesanggaran kok malah diam seribu bahasa. Padahal kejadian disana bisa dibilang mencekam, dimana rumah seorang KADES digeruduk warganya sendiri karena berkaitan dengan munculnya informasi bahwa gunung Salakan akan dieksplorasi,” ungkap Mahfud kepada Dhuta Ekspresi.

Simak juga seputar nilai-nilai Filosofi BadaRawuhi yg melatarbelakangi Prosesi Ritual Seblang Olehsari Glagah Banyuwangi. Itulah sebabnya selalu dilaksanakan di Hari Raya Idul Fitri setelah tuntas menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selengkapnya hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:

 

Lebih lanjut Mahfud mengatakan, hal ini menjadi janggal dan menimbulkan banyak pertanyaan. Kenapa gejolak warga bahkan sampai melakukan aksi berkali-kali tak pernah ditanggapi, namun kejadian yang menimpa wisatawan kemudian di unggah di medsos langsung ditanggapi.

“Atensinya tinggi, beliau langsung buat klarifikasi dan meminta maaf lewat IG pribadinya bahkan memerintahkan dinas terkait untuk menindaklanjuti kejadian itu. Harusnya, hal yang sama juga beliau perlihatkan ketika masyarakat menanam pohon pisang di jalan atau ketika ada demonstrasi di depan kantor pemkab,” tandas sang teatrikal ulung ini.

Selain itu, pihaknya juga mencurigai bahwa respon cepat ini disebabkan karena salah satu pemilik tempat wisata di Bangsring merupakan orang yang sering mengkritisi pemerintah kabupaten Banyuwangi.

“Dugaan dan kajian kami mengarah kesana. Karena kita tahu beliau salah satu pemilik tempat wisata di Bangsring adalah orang yang konsistensi memberikan kritikan. Bahkan mulai zaman bupati sebelumnya yaitu Abdullah Azwar Anas sampai digantikan oleh istrinya Ipuk Fiestiandani,” Pungkasnya. (Arya/Tim Dhuta Ekspresi)

Simak juga kesaksian Mantan Kepala Desa Kemiren periode 2007 s/d 2013, H AA Tahrim, S.Ag yg mengakui adanya KKN 2009 beralmamater biru. Bahkan ia yg beri arahan objek penelitian & para pemandunya. Selengkapnya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *