Wagiyo: Saya Kira dari Pemerintah Ternyata Bantuan Dari Warung New Normal
BANYUWANGI: Dengan diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 2 Agustus 2021, tentu makin menggiris nasib para warga di ekonomi lemah dan tak mampu. Hal itulah yang mendorong Warung New Normal melangsungkan tekadnya untuk terua mendengungkan slogan “Saatnya Peduli, Saatnya Berbagi”. Dengan harapan agar diikuti pihak-pihak lainnya melakukan kegiatan sosial yang serupa.
Keprihatinan mendalam terus menghinggapi hati nurani para relawan yang membaur dalam wadah Warung New Normal. Apalagi melihat kenyataan makin memburuknya sendi perekonomian, sehingga PPKM level 4 makin terasa berdampak luar biasa utamanya bagi kalangan warga yang tak mampu.
Simak juga film Indhie beredukasi “Impian Sang Anak Kampung” Episode kedua dalam kisah “Karena Ekonomi Rela Putus Sekolah” di bawah ini:
Menyaksikan fenomena yang memprihatinkan sebagaimana tersebut di atas, maka pada hari kelima Warung New Normal membagikan paket bantuan sebanyak 150 an kotak. Perioritas bantuannya diberikan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) dan janda-janda tak mampu di seputar kecamatan Tegaldlimo – Banyuwangi, (26/7).
“Adapun nasi kotak yang kami bagikan kepada para PKL dan janda-janda tak mampu tersebut, yaitu berisikan berisikan nasi, udang tempura, sambal, telur dadar, dan tumis mie. Utamanya tempat mangkalnya para PKL di jalan raya Kalipwit Tegaldlimo. Selebihnya kami mendatangi ke rumah janda-janda tak mampu,” ujar koordinator Warung New Normal kepada Dhuta Ekspresi.

Dalam pembagian bantuan kali ini, pihaknya memilih waktu sore hari sekitar pukul 17.00 WIB untuk diserahkan kepada para penerimanya. Tujuannya agar dapat dimanfaatkan untuk makan pada malam hari.
‘Karena bantuan paket nasi kotak tersebut sudah siap untuk dinikmati, kami sengaja memilih waktunya sore hari. Jika dibagikan pada pagi hari akan mubazir, karena rata-rata mereka sudah sarapan,” kata wanita yang akrab disapa mbak Evi itu seraya tersenyum.
Dengan segala keterbatasannya, mengingat anggarannya masih bersumber dari dana pribadi, namun pihaknya tetap berupaya berjuang mengadakan kegiatan sosial tersebut. Sebenarnya Warung New Normal yang dipandeganinya berkeinginan lebih banyak lagi dan akan merambah ke daerah-daerah lainnya di luar kecamatan Tegaldlimo.
“Semoga saja ada pihak-pihak lain yang tersentuh dan turut memberikan sumbangsihnya. Sehingga program kegiatan sosial ini bisa berkelanjutan serta merambah lebih luas lagi. Karena bagaimanapun dampak PPKM yang kini masuk level 4, kehidupan warga yang tak mampu makin memprihatinkan. Saatnya peduli dan saatnya berbagi, seyogyanya juga dilakukan oleh siapapun yang ekonominya mampu dan memilik jiwa dermawan,” tandasnya.
Sedangkan salah satu PKL yang menerima paket nasi kota, Wagiyo (46 th) merasa heran dengan adanya pembagian bantuan nasi kotak tersebut. Karena setahu dirinya pemerintah daerah belum memberikan bantuan dampak PPKM di daerahnya.
“Beneran Mas, saya tadi sempat heran saat menerima bantuan nasi kotak ini. Karena dari pemerintah sendiri belum ada bantuan kepada kami Warga yang tak mampu. Ternyata bantuan dari Warung New Normal dari dana pribadinya. Semoga bantuan ini akan jadi pahala yang baik dan barokah, karena telah peduli kepada kami dari kalangan yang tak mampu ini,” kata Wagiyo dengan mata berkaca-kaca. (Tim Dhuta Ekspresi)
Simak juga Penelusuran lewat “Petualangan Wisata Mistis” demi nguri-nguri budaya warisan leluhur, hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:









