BANYUWANGI: Pemkab Banyuwangi berupaya sebaik-baiknya dalam hal tata kelola pemerintahannya, bahkan tak terlepas penanganan kesehatan hewan-hewan korban menjelang Hari raya Idul Adha.
Bahkan Pemkab Banyuwangi melakukan antisipasi terhadap peredaran hewan kurban yang menderita penyakit menjelang Hari Raya Korban. Apalagi dengan munculnya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol di sejumlah daerah, hal itupun diantisipasi segala bentuk kemungkinannya.
“Terkqait peredaran hewan kurban di Banyuwangi kamibyerus lakukan pemantauan secara rutin. Hakbitu baik yang ada di sejumlah peternak ataupun yang akan didatangkan dari luar. Semua harus bebas dari penyakit, khususnya penyakit LSD yang berbahaya tersebut,” ujar Nanang Sugianto selalu Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi baru-baru ini.
Seperti yang diketahu, lanjut Nanang, penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut dilaporkan telah menyerang empat ekor sapi di Kabupaten Jember. Virus tersebut baru menyerang sapi atau kerbau, hingga terus diatensinya hingga sekarang.
“Memang dii Banyuwangi sendiri belum ada laporan. Akan tetapi, sebagai antisipasi kita telah menyiapkan 700 dosis vaksin untuk penyakit jenis virus baru ini,” ungkapnya penuh kehati-hatian.
Ditambahkannya, dari sejumlah 700 dosis vaksin yang disediakan tersebut, akan dibagikan kepada hewan ternak di Kabupaten Banyuwangi. Terutama pada tiga wilayah yaitu, Kecamatan Licin, Kecamatan Purwoharjo, dan Kecamatan Tegaldlimo yang menjadi sentra ternak Banyuwangi dan paling menonjol.
“Dalam hal ini kami salurkan ke sapi perah sebagai tahap pertama. Sebab sapi perah ini paling rentan terhadap penyakit, sehingga perlu terus dipantau dan diwaspadai,” ungkapnya.
Diakui oleh Nanang bahwa hewan ternak yang terjangkit LSD mudah dikenali dari bentuk fisiknya. Salah satu cirinya terdapat benjolan keras semacam cacar pada kulit. Biasanya pada areal perut, leher serta punggung hewan tersebut. Sehingga dapat langsung dikenalinya.
“Oleh karenanya kami himbau bila ada tanda- tanda yang mengarah ke gejala klinis mirip seperti LSD. Maka peternak diharapkan segera menghubungi petugas kesehatan hewan setempat untu dapat kenangan intensif,” katanya penuh harap.
Pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipatif. Di antaranya dengan cara pengecekan intensif di sejumlah pasar hewan di Banyuwangi yang aktif terjadi transaksi jual beli.
“Secara kontinyu kami terus mengecek hewan ternak ini. Hakbitu bersamaan dengan masih terus dilakukannya vaksinasi PMK. Ada 11 tim yang kami turunkan dengan 28 petugas medik dan paramedik di dalamnyabyang secara aktif sedang bertugas di lapangan,” kata Nanang menyudahinya. (*)









