Bondan: Ia kaya raya dan dikenal sebagai orang hebat justru karena Banyuwangi
BANYUWANGI: Mantan Bupati Banyuwangi, H Abdullah Azwar Anas membuat pernyataan yang mengejutkan bahkan terkesan mengkerdilkan serta menyakiti hati masyarakat Banyuwangi. Salah satunya diungkapkan di hadapan ratusan kader PDI Perjuangan peserta Pendidikan Kader Madya di sekolah partai Wisma Perjuangan di Kota Batu, katanya di Banyuwangi kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM). Ucapan Anas bernada penghinaan itu telah memantik reaksi keras berbagai kalangan, termasuk para aktivis yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Banyuwangi Bersatu (GARABB) yang paling meradang.
Menurut Koordinator GARRAB, Bondan Madani menegaskan, apa yang disampaikan oleh Abdullah Azwar Anas itu sangat menyakiti perasaan masyarakat Banyuwangi. Pasalnya dalam pandangan Bondan, pemberitaan yang dilansir sebuah media itu mantan Bupati Banyuwangi menyatakan, salah satu keterbatasan saat dirinya menjadi Bupati Banyuwangi ada beberapa persoalan. Di antaranya Anas menyebutkan adalah kurangnya SDM.
Simak juga seputar perkembangan gugatan Citizen Law Suit terhada Bupati Banyuwangi atas penyerahan 1/3 Ijen ke kabupaten Bondowoso, selengkapnya hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:
“Seharusnya Pak Anas instrospeksi diri dan mengingat secara baik bahwa di Banyuwangi masih banyak para aktivis dan berbagai elemen yang memiliki potensi mumpuni. Akan tetapi, saat pak Anas jadi Bupati Banyuwangi dua periode tidak pernah mau memfasilitasi, bahkan terkesan mengabaikannya. Sehingga beragam potensi mereka tidak pernah diapresiasi. Memang kami akui, torehan pak Anas itu hebat, bahkan semenjak dia masih aktif di organisasi. Pernah menjadi anggota MPR termuda, anggota DPR-RI serta bisa menjadi Bupati Banyuwangi dua periode kemudian digantikan istrinya. Itu adalah hal yang luar biasa. Namun bukan berarti itu hanya dirinya saja yang hebat di sini,” ketus Bondan di hadapan para awak media sembari tersungut-sungut.
Ditambahkannya, alumni muda HMI ini mengaku, pihaknya tidak pernah menjumpai suami Ipuk Fiestiandani itu mengundang para aktivis di Banyuwangi. Kendatipun sekadar untuk berdiskusi atau untuk dimintai ide dan gagasan memajukan telatah Blambangan Banyuwangi. Begitu juga di acara formal, seperti membuka acara peresmian atau menjadi pembicara dan sambutan yang digelar para aktivis, ia tidak pernah menjumpai Anas mau datang.
“Pak Anas itu tipe orang yang apriori terhadap kritik dan culas, inginnya dipandang sebagai orang hebat. Coba saja diingat kembali, setiap diundang di acara yang temanya mengkritisi pemerintah atau yang mengundang acara orang yang biasa mengkritik, dapat dipastikan Pak Anas tidak pernah mau datang. Lebih parah lagi jika ada demonstrasi di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Pak Anas belum pernah berani menemui. Lalu, apakah kami disuruh untuk memuji dan menyanjung beliau saja? Apakah tidak boleh mengkritisi pemerintah?,” ungkapnya secara berterus terang.
Simak juga demi mempertahankan keutuhan kawasan gunung Ijen ke pangkuan Banyuwangi, “Aliansi Masyarakat Peduli Ijen Banyuwangi (AMPIBI) akan mengerahkan massa se Kabupaten Banyuwangi. Selengkapnya hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:
Dalam pandangannya, Anas adalah tipe pemimpin yang hobi melakukan pencitraan agar terlihat wah di mata masyarakat. Namun diakui ataukah tidak, Anas justru mudah sekali BAPER dan lebay yang berlebihan. Sehingga Bonda ingin tahu apa yang menjadi tolok ukur Anas hingga berani lancang menyatakan kurangnya SDM di Banyuwangi.
“Pertanyaan yang muncul, apakah selama dua periode pak Anas memimpin Banyuwangi membawa kesejahteraan? Sehingga sungguh begitu culasnya menghina Banyuwangi perihal kurangnya SDM. Apakah pak Anas tak sadar bahwa ia sekarang kaya raya dan dikenal sebagai orang hebat justru karena Banyuwangi. Kami hanya berpesan, janganlah suka memerintahkan orang lain dan jangan menganggap bahwa hanya dirinya yang paling hebat. Ingatlah di atas langit masih ada langit,” tegasnya tanpa basa-basi. (Jun/Dhuta Ekspresi)
Info lain aksi demo di Kantor Satpol PP Banyuwangi oleh “Gerakan Aktivis Indonesia Bersatu (GAIB)’. Salah satu tuntutannya, agar Kasatpol PP dicopot dari jabatannya. Selengkapnya hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:









