BANYUWANGI: Bidang pendidikan berbasis keagamaan juga tak luput dari perhatian guna mewarnai tata kelola pemerintahan di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Bahkan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menaruh atensi secara khusus. Diantaranya dengan menghadiri wisuda sejumlah lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, beberapa waktu lalu.
‘Setelah lulusan, para alumni harus terus mengejar cita-citanya. Karena ini (wisuda) bukan finish. Tapi, start yang baru untuk menapaki tahap-tahap berikutnya. Perlu kerja keras lagi untuk bisa meraih cita-cita yang kalian inginkan selama ini,” kata Bupati Ipuk seraya memberikan motivasinya.
Selebihnya, Bupati Ipuk meminta para lulusan tersebut harus selalu optimis dan tak perlu berkecil hati untuk bisa meraih cita-cita. Ada banyak jalan untuk bisa mewujudkannya selama ada kemauan.
“Jangan berhenti sampai disini tetapi harus melanjutkan pendidikan kalian setinggi-tingginya. Karena hal itu merupakan pintu utama guna mewujudkan impian kalian semua,” ungkapnya seraya menyampaikan alasannya.
Ditambahkannya, ada berbagai program beasiswa Di Banyuwangi yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Di antaranya adalah Program Banyuwangi Cerdas (PBC) untuk beasiswa bagi pendidikan tinggi. Juga ada berbagai program untuk yang menempuh pendidikan dasar di tingkat SD hingga SMA dan sederajat.
“Selama kalian masih mempunyai cita-cita namun mengalami kesulitan biaya sekolah atau ada di antara teman dan tetangga kalian, segera laporkan kepada kami. Tak ada alasan anak Banyuwangi tidak bisa sekolah. Semuanya masih ada kesempatan untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ungungkapnya.
Sementara itu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas turut serta memberikan motivasi. Yakni Anas lebih menekankan para santri untuk terus meningkatkan kompetensinya di tengah kemajuan dunia yang semakin terdigitalisasi secara modern.
“Meskipun demikian, saya yakin para santri mampu bersaing di tingkat global. Tinggal terus memacu semangat untuk belajar lebih keras lagi agar menjadi generasi yang berkualitas,” kata Anas berpesan.
Adapun pengasuh Pesantren Mabadiul Ihsan, KH Masykur menegaskan, bahwa di lembaganya tersebut berupaya untuk mewujudkan pendidikan yang berimbang antara konten keagamaan maupun umumnya. Sehingga terjadi keterpaduan antara keduanya.
“Dalam hal ini kami ingin mewujudkan kader-kader penerus bangsa yang tidak hanya pintar. Akan tetapi juga harus beriman dan berakhlakul karimah dengan baik,” ujar Masykur dengan tegasnya.
Ada lima lembaga pendidikan formal yang mengikuti wisuda di bawah Yayasan Mabadiul Ihsan. Di antaranya adalah SMP Plus Cordova yang merupakan angkatan kelima. Kemudian MTs Mabadiul Ihsan, SMA Plus Cordova, SMK Cordova dan MA Mabadiul Ihsan yang kesemuanya masih angkatan pertama.
“Jadi keseluruhannya mencapai total 292 wisudawan dari beberapa lembaga tersebut. Kami optimis untuk terus mengembangkan lembaga pendidikan yang ada dalan mewujudkan para lulusan yang berkualitasbdan memiliki masa depan yang baik,” urai Ahmad Hidayat sebagai perwakilan yayasan Mabadiul Ihsan menyudahinya. (*)









