BANYUWANGI: Merebaknya penularan Covid 19 kian terasa memporak-porandakan berbagai sendi kehidupan. Sehingga pemerintah pun secara berjenjang menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Akibatnya beragam kegiatan yang sudah diagendakan dalam kalender Banyuwangi Festival 2021 turut terkena dampaknya. Salah satunya adalah Festival Posyandu Kreatif, kini dalam ketidakpastian.
Agenda kegiatan Festival Posyandu Kreatif yang semula direncanakan pada 13 Juli 2021, akhirnya ditunda akibat makin mengganasnya pandemi Covid 19. Meskipun para peserta se Kabupaten Banyuwangi sudah mengirim karya film pendeknya yang memuat kreasi seputar Posyandu Kreatif kepada panitia, sejak awal Juli 2021.
Sebuah persembahan karya film Indhie pertama di Banyuwangi, dengan mengedepankan budaya berbasis kearifan. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:
Sebagaimana diketahui bersama bahwa dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, Posyandu mempunyai peranan yang sangat penting. Sehingga dengan adanya Festival Posyandu, tentunya akan menajdi apresiasi rfektif terhadap para kader Posyandu yang telah mengabdi menjadi pejuang kesehatan keluarga terdepan, utamanya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Oleh karenanya, keberadaan Posyandu seyogyanya pula dapat dijadikan sebagai salah satu pilar untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. Mengingat, balita yang saat ini mendapat pelayanan kesehatan secara rutin, nantinya akan berusia 25-30 tahun pada tahun 2045. Itulah tataran usia produktif untuk membangun daerah dan Indonesia.

Kasi Promosi Wisata dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Alimik saat dihubungi menjelaskan, memang penjadwalan kegiatan dalam Kalender Banyuwangi Festival 2021 berpusat di dinasnya. Akan tetapi masing-masing dinas mempunyai tanggungjawab tersendiri berkaitan dengan ragam agenda kegiatan.
“Mengingat saat ini dalam situasi pandemi Covid 19 dan PPKM, maka agenda kegiatan seperti Festival Posyandu Kreatif serta yang lainnya ditunda. Soal kapan pelaksanaannya, kami belum bisa memastikannya. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan selaku penanggungjawab kegiatan Festival Posyandu tersebut,” kata Alimik melalui saluran Handphone (HP)-nya kepada Dhuta Ekspresi.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr. Wiji Lestariono ketika dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya masih belum berani memastikan kapan dilaksanakannya kegiatan Festival Posyandu Kreatif tersebut. Dikatakannya, saat ini pihaknya masih berkonsentrasi dengan penanganan pandemi Covid 19.

“Situasinya saat ini masih mencekam dan memprihatinkan, akibat pandemi Covid 19 dan PPKM. Sehingga kami belum berani memastikan, kapan Festival Posyandu Kreatif itu akan dilaksanakan. Kita tunggu saja situasinya biar membaik dulu, lalu nanti akan ditata ulang,” kata pria yang akrab dipanggil pak Rio itu.
Adapun salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya amat menyayangkan atas tidak adanya kepastian soal kapan dilaksanakan Festival Posyandu Kreatif. Bahkan ia mengaku, sudah membuat film pendeknya dan dikirim dalam bentuk file yang tersimpan dalam flashdisk.
“Kami sudah menyerahkan file film pendeknya (Festival Posyandu Kreatif, red.) beserta flashdisknya sesuai ketentuan panitia. Jika dalam ketidakpastian seperti ini, tentu membingungkan kami. Apalagi sebagian properti alat-alat peraga meminjam kepada pihak lain. Setidaknya harus ada perkiraan waktunya kapan. Ya biar kami yang di lapangan merasa lega,” ujarnya seraya berkeluh kesah. (Tim Dhuta Ekspresi)
Simak juga pontang-pantingnya para pelaku UMKM di Banyuwangi yang berjuang sendiri, tanpa adanya perhatian dari Pemda Banyuwangi di bawah ini:





