BANYUWANGI: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur terus melakukan peningkatan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan. Salah satunya adalah dengan melakukan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) melalui E-Monitoring System dan E-Village Budgeting. Hal itulah yang menjadi daya tarik bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) untuk mengunjungi Banyuwangi guna melakukan Studi Tiru, baru-baru ini.
Dalam kunjungannya untuk Studi Tiru Pemkab Mahulu ke Banyuwangi tersebut, dipimpin langsung Sekretaris Daerah Mahulu, Dr. Stephanus Madang, S.Sos, MM dan disambut oleh Kepala Bagian Organisasi Kabupaten Banyuwangi, Setyo Puguh Widodo,S.STP, M.Si, Kepala Bappeda Kabupaten Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo W, M.Si, Plt. Kepala BKPP Ilzam Nuzuli, SE serta yang lainnya.
Salam kunjungannya tersebut, Sekda Mahulu memaparkan, kedatangan Pemkab Mahulu ke Banyuwangi memiliki tujuan untuk menimba ilmu tentang manajemen kinerja. Karena diketahui dan sudah ditetapkan bahwa Pemkab Banyuwangi dipilih oleh Kemenpan-RB sebagai daerah yang mampu melakukan transformasi dari daerah yang terbilang minim inovasi menjadi daerah penuh inovasi pelayanan publik secara membanggakan.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi karena kami sudah diterima dan disambut dengan baik. Ketika ada pepatah mengatakan belajarlah sampai negeri china, tapi kita mau belajar ke Banyuwangi saja. Karena Banyuwangi ini juga merupakan Kabupaten yang mempertahankan nilai SAKIP A selama lima tahun berturut-turut. Tentu hal ini patut untuk diteladani,” ungkap Sekda Mahulu dengan penuh rasa bangga.
Pejabat yang bernama Dr. Stephanus Madang, S.Sos, MM ini juga menyampaikan intinya ada 3 (tiga) yang dipelajari dari kunjungan kerja di Banyuwangi. Yaitu pertama adalah bagaimana Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang bagus, Kedua tentang penguatan regulasi supaya TPP yang akan direalisasikan agar tidak berbenturan dengan aturan hukum atau kaidah normatif penyusunannya, dan ketiga bagaimana penerapan Tentang Sistem Merit yang sudah berjalan baik
“Dalam hal ini Banyuwangi sudah jauh menerapkan ini dengan baik. Nah ini tujuan kami dalam Studi Tiru, yang mana dari pengalaman-pengalaman pragmatis yang sudah dialami oleh Banyuwangi kita tiru. Disamping juga sebagai motivasi untuk kita bahwa segala sesuatunya di sini By Sistem. Di antaranya seperti E-Kinerjanya sudah by sistem, Sistem Monitoring kinerja by sistem, database kemiskinan by sistem. Ini sungguh luar biasa,” ucapnya seraya memberikan alasannya.
Setelah studi tiru tersebut, lanjut Stephanus Madang. Pihaknya berharap dari apa yang sudah dipelajari dari Kabupaten Banyuwangi, ke depan pelaporan SAKIP Kabupaten Mahulu lebih baik. Karena SAKIP merupakan sebuah sistem terintegrasi dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan yang memiliki empat fokus pelaporan dan evaluasi. Yakni laporan anggaran, kinerja output program pembangunan, kinerja outcome program, dan kinerja sasaran.
“Meski demikian, SAKIP ini bukan dalam konteks pelaporan yang disajikan begitu saja. Akan tetapi potret kinerja OPD yang terakumulasi menjadi kinerja kabupaten mulai dari sisi penerancaannya, sisi penataan keuangannya, sampai pelaporannya. Dan itu satu kesatuan yang terintegrasi. Oleh karenanya setelah ini apa yang sudah kami pelajari dari pemkab Banyuwangi, ke depannya segera akan kami tiru dan kami terapkan” jelasnya.
Setelah acara dialog dalam pertemuaan, rombongan diajak melihat langsung sistem tata kelola pemerintahan yang terintegrasi dalam aplikasi online di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Yakni dengan menggunakan sistem Aplikasi Elektronik Penilaian Kinerja (E-Kinerja). Bahkan Sistem Aplikasi Lainnya yang dimiliki termasuk Database Kemiskinan yang sudah terintegrasi. (*)









