Jelang Idhul Adha, Warung New Normal Bagikan Paket Daging Ayam

Tampak seorang manula dengan penuh rasa syukur menunjukkan daging ayam yang diterimanya dari Warung New Normal di tengah ketatnya PPKM Darurat

Evi Rahayu: Alhamdulillah Mulai Ada Yang bersumbangsih

Tak terasa sudah memasuki hari keempat, namun Warung New Normal terus membagikan paket berisikan daging ayam kepada warga tak mampu di seputar kecamatan Tegaldlimo Banyuwang, Senin 19 Juli 2021. Tentu saja di tengah himpitan dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang bersifat darurat dan mendesak, memberikan arti tersendiri bagi para penerimanya.

Read More

Patut diakui bahwa berlomba-lomba dalam kebaikan itu merupakan perbuatan yang mulia. Apalagi di saat dan momentum yang tepat, yakni saat masyarakat kesulitan masalah perekonomian guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Apalagi dalam momentum ketatnya PPKM yang bersifat darurat dan mendesak, tak sedikit warga di garis ketidakmampuannya membutuhkan uluran bantuan yang memiliki kepedulian.

Menakar sebuah niat baik itu bukan diukur dari besar kecilnya apa yang hendak diperbantukan kepada orang lain. Namun lebih bertumpu kepada ketulusan dan keikhlasan dalam wujud nyata implementasinya. Begitu halnya tak perlu berharap baik pengakuan maupun pengukuhannya. Namun setidaknya perwujudan dari niat baik itu akan lebih bijak jika diikuti oleh pihak-pihak lainnya untuk berbuat serupa atau selebihnya.

Kordinator Warung New Normal, Evi Rahayu sedang menata kemasan paket daging ayam untuk dibagikan kepada kaum manula dan janda-janda tak mampu

Memahami indahnya berbuat kebaikan itu, maka koordinator Warung New Normal, Evi Rahayu tanpa lelah menggelorakan jargon “Era PPKM Darurat: Saatnya Peduli, Saatnya Berbagi” secara nyata. Itulah sebabnya tanpa lelah, ia bersama para relawannya terus bergerak dalam kegiatan sosial.

“Pada hari keempat (Senin, 19 Juli 2021, red.) ini, menjelang hari Idhul Adha kami membagikan sebanyak 60 paket. Adapun paket tersebut berisikan daging ayam kepada 60 KK di seputar kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi ini,” ungkap Evi kepada Dhuta Ekspresi saat ditemui di basecamp-nya.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di tengah bahayanya pandemi Covid 19, pihaknya tetap mematuhi protokol kesehatan. Sehingga ia bersama para relawannya memilih mengantar paketnya ke masing-masing rumah warga yang menerima bantuannya.

“Akan tetapi dalam menjalankan kegiatan sosial ini, kami terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan di  setiap wilayah sasaran bantuan. Tujuannya agar diberi kemudahan ruang gerak kami di lapangan agar mendapatkan kelancaran,” terangnya memberikan penjelasan.

Adapun sasaran bantuan Warung New Normal, kata Evi, pihaknya tetap memprioritaskan kalangan yang memang layak menerimanya. Yakni kalangan manula dan janda-janda yang tidak mampu.

“Alhamdulillah, gerakan sosial kami ini telah menyentuh hati nurani beberapa pihak. Sehingga sudah mulai ada yang mau bersumbangsih dari dana pribadinya. Semoga makin banyak orang yang mampu berbuat serupa maupun turut memberikan sumbangsihnya demi membantu para warga yang tidak mampu,” harapnya berterus terang.

Selama empat hari melakukan gerakan sosial tersebut, Evi mengaku ada pengalaman menarik. Menurutnya banyak pertanyaan dari para warga penerima bantuan yang mengira ada misi mencari dukungan untuk Pileg maupun Pilkada.

“Ya kami menegaskan kepada mereka bahwa bantuan-bantuan yang kami berikan murni dari Warung New Normal. Begitu juga menyangkut dananya dari kantong pribadi, di samping ada bantuan dari beberapa sahabat dan kolega,” tandasnya.

Sedangkan seorang warga penerima bantuan, Sumiyati (35 th) sangat berterima kasih ada orang yang secara pribadi rela mengeluarkan uangnya untuk menaruh kepedulian kepada yang tidak mampu. Karena selama ini ia tak pernah menerima bantuan dari pemerintah.

“Awalnya kami mengira ornag yang mencari dukungan mau ada Pileg atau Pilkada, ternyata bukan. Tapi kami lebih kaget lagi yang memberikan bantuan justru perseorangan. Padahal selama ini Pemda Banyuwangi hingga di pemerintahan desa, belum pernah memberikan bantuan pada kami. Apalagi saat ada PPKM mandiri yang membuat kami kebingungan untuk kebutuhan sehari-harinya,” kata Sumiati seraya menyampaikan kritiknya. (Tim Dhuta Ekspresi)

Simak juga Penelusuran lewat “Petualangan Wisata Mistis” demi nguri-nguri budaya warisan leluhur, hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *