Jelang Muscab, DPC Peradi Banyuwangi Pimpinan MISNADI Dilanda Gonjang-ganjing 

Tampak beberapa advokat sedang Ngopi Bareng Sambil Gesah Tipis-tipis seputar upaya penyelamatan citra Peradi Banyuwangi

BANYUWANGI_DE: Gonjang-ganjing di tubuh DPC Peradi Banyuwangi pimpinan MISNADI kini mulai serasa bergemuruh dan memanas. Apalagi menjelang Muscab (Musyawarah Cabang) guna memilih calon ketua periode 2023 – 2028. Selain itu juga tengara adanya kasak-kusuk tentang tidak transparannya menyangkut anggaran organisasi. Hal itulah yang menjadi topik pembahasan sekelompok anggota DPC Peradi Banyuwangi yang dikemas dalam “Ngopi Bareng Sambil Gesah Tipis-tipis” bertempat di Pujasera Dulur Isun Jalan Kepiting Tukangkayu Banyuwangi, baru-baru ini.

Menurut Denny Sun’anudin, selama dua periode kepemimpinan Misnadi ada hal-hal penting yang patut menjadi sorotan. Yakni secara organisatoris, -para anggota hanya dijejali kewajiban-kewajiban berupa pembayaran ragam iuran-, mulai iuran perkara-perkara hingga iuran wajib bulanan. Akan tetapi para anggota tidak pernah diberikan hak-haknya untuk tahu, seperti laporan kegunaan dan pembelanjaan anggaran untuk apa saja. Sehingga tak ada kemajuan yang berarti demi mengangkat citra Peradi.

Read More

“Padahal sumber anggaran cukup fantastis, bukan hanya dari “pajak” perkara-perkara atau iuran wajib bulanan bagi para anggota yang berjumlah 175 lebih. Akan tetapi juga ada sharing profit beberapa kali penyelenggaraan PKPA. Oleh karenanya sebelum Muscab bulan Mei nanti, MISNADI selalu ketua harus memberikan laporan keuangan lebih di hadapan pengurus dan anggota. Karena jika baru dilaporkan saat Muscab nanti, maka nasibnya akan sama seperti Muscab 6 tahun lalu di RM Daepong,” tandas Denny secara blak-blakan.

Simqk video terkait: “Guru Kencing Berdiri Dan Murid Kencing Berlari-lari”. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:

Adapun pada periode kedua kepemimpinan MISNADI, lanjut Denny, DPC Peradi Banyuwangi mengalami stagnasi yang memprihatinkan. Selain progra-program yang tidak jelas, bahkan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan peningkatan profesionalisme bagi para anggota sama sekali tidak pernah dilakukannya. Namun anehnya menjelang Muscab tiba-tiba sudah terbentuk Steering Committee (SC) dan Organizer Committee (OC) tanpa sepengetahuan banyak pengurus.

“Oleh karenanya SC-OC harus dibubarkan dulu, karena sarat dengan rekayasa kepentingan. Apalagi pembentukannya secara sembunyi-sembunyi. Selanjutnya dibentuk lagi secara terbuka dan melibatkan para pengurus. Sehingga SC-OC dapat bekerja secara objektif dan profesional, sedang Ketua yang terpilih nantinya adalah figur yang mampu memajukan DPC Peradi Banyuwangi,” tegas Denny seraya menjelaskan demi tujuan tersebut timnya akan terus bersosialisasi dan menggalang kekuatan secara maksimal di kalangan pengurus dan anggota

Sedangkan R Bomba Soegiarto mengungkapkan, sudah seyogyanya para pengurus dan anggota harus tahu dulu siapa saja yang diploting menempati posisi SC-OC. Harapannya, agar tidak ada MusCab setengah kamar atau MusCab sebelum MusCab.

“ Kita haru mempunyai kesungguhan dan keberanian untuk melakukan REVOLUSI TOTAL. Karena kiita ingin MusCab yang Konstitusi dan Legal. Adapun soal Tatib kita buat nanti dalam MusCab, yakni semacam KSB (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara). Ya istilahnya, biar transparansi dan tidak ada lagi Tim Formatur seperti Muscab kemarin. Tujuannya tak lain adalah, agar kita tidak beli kucing dalam karung,” pungkasnya. (Tim Dhuta Ekspresi)

Simak juga video menarik lainnya: “Hanya Satu Detik Memancing Langsung Dapat Ikan Kerapu Macan Besar”. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *