Karena Bupati Ipuk Acuh Tak Acuh, Minggu Depan Ancam Demo ODOL Besar-besaran

DEMO MENOLAK ODOL: Ratusan sopir yang tergabung dalam Konfederasi Sopir Logistik Indonesia (KSLI) melakukan demo menolak peraturan ODOL (Over Dimension Over Loading) yang sempat melumpuhkan lalu lintas di ibu kota Banyuwangi. Tapi sayangnya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tak mau menemui para pengemban aspirasi

Hijrotul Hadi: Jika Anda tidak peduli terhadap masyarakat Banyuwangi, jangan jadi Bupati.

BANYUWANGI: Integritas Ipuk Fiestiandani sebagai Bupati Banyuwangi, kini sedang diuji layak tidaknya sebagai pemimpin di telatah Blambangan. Mengingat berulangkali rakyatnya melakukan demo untuk menyampaikan aspirasinya, namun tak ubahnya Gayung Tak Pernah Bersambut. Termasuk di antaranya adalah, demo menolak peraturan Over Dimension Over Loading (ODOL) dari para sopir armada yang tergabung dalam Konfederasi Sopir Logistik Indonesia (KSLI) yang sempat melumpuhkan lalu lintas ibu kota Banyuwangi, Senin (22/11). Karena ternyata Bupati Ipuk mengabaikan dan acuh tak acuh, maka para pegiat perjuangan nasib sopir pun mengancam akan melakukan demo lagi dengan mengerahkan massa yg lebih besar lagi.

Read More

Adalah hal wajar jika KSLI memperjuangkan para anggotanya yang notabenenya para sopir armada ketika ada peraturan berupa Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dinilainya amat merugikan. Namun yang ironis, ketika ratusan sopir mengerahkan kendaraannya melakukan demo seraya menyampaikan aspirasi namun Bupati Ipuk enggan menemui para utusan pengemban aspirasi tersebut. Tak jelas entah apa alasannya dan dimanakah adanya.

Simak juga perjuangan Tim 5 Kaukus Advokat Muda Indonesia (KAMI) yang menggugat melalui Citizen Law Suit terhadap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani atas penyerahan 1/3 kawasan gunung Ijen ke Kabupaten Bondowoso sebagaimana tautan di bawah ini:

 

Akan tetapi dengan adanya fenomena yang serasa mengenaskan itu, mendapat perhatian khusus dari pegiat sosial, Hijrotul Hadi. Bahkan kegeramannya ditulis dengan huruf besar dan dishare secara terbuka di grup WhatsApp (WA) Sekber Media, LSM & DPRD. Rangkaian kalimat yang disusunnya terkesan menyiratkan amarah yang meletup-letup kendati tertahankan, hanya tinggal menunggu waktu untuk meledakkannya.

“Bupati Banyuwangi (Ipuk Fiestiandani, red.), tunggu kami. Jika Anda tidak peduli terhadap masyarakat Banyuwangi, jangan jadi Bupati. Bahkan demo dengan skala kemacetan luar biasa seperti tadi pun, tidak ada kepedulian dari Bupati. Hey Bupati Banyuwangi, tadi siang baru sebagian keluarga kami dan kami masih menghindari dampak yang lebih besar demi mengamankan Banyuwangi,” seru pria yang akrab dipanggil Kang Hadi itu.

Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Banyuwangi, Hijrotul Hadi

Bahkan pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Lembaga Anti Narkotika (LAN) Banyuwangi tersebut juga mengancam akan mengambil alih komando pergerakan. “Bupati Banyuwangi ingat, walaupun mereka sopir mereka adalah masyarakat Banyuwangi. Selanjutnya saya, -HIJROTUL HADI-, yang akan mengambil alih komando pergerakan. Kami pastikan, kami akan mengingat hal ini sampai Anda benar-benar mau menjadi Bupati yang benar-benar peduli dengan Banyuwangi,” ancamnya dengan penuh keseriusan.

Hal senada juga diamini oleh Direktur Utama Oase Law Firm, Sunandiantoro, SH yang turut geram terhadap sikap Bupati Ipuk yang mengabaikan aspirasi pendemo peraturan ODOL. Dikatakannya, karena Bupati Ipuk tidak berkenan menemui para sopir logistik, dan seakan acuh tak acuh dengan permasalahan nasib sopir.

“Oleh karenanya, dengan ini saya intruksikan MINGGU DEPAN KITA TURUN JALAN,” tandas pria yang berprofesi sebagai pengacara itu.

Direktur Utaqma Oase Law Firm Banyuwangi, Sunandiantoro, SH

Diakuinya, keberadaan KSLI sudah dianggapnya sebagai bagian dari keluarganya. Bahkan ia mengaku turut serta membidani lahirnya KSLI (Konfederasi Sopir Logistik Indonesia) di Kabupaten Banyuwangi.

“Karena KSLI adalah keluarga kita, saya juga salah satu pendiri dan perancang nama KSLI. Menyakiti dan menyepelekan mereka sama saja menyakiti dan meremehkan kami. SAYA SUNAN, DIRUT OASE LAW FIRM SEKALIGUS KETUA BMB SIAP TURUN JALAN DENGAN KEKUATAN MAKSIMAL,” tegasnya bersungguh-sungguh. (Tim Dhuta Ekspresi)

Sebuah persembahan lagu soundtrack film “Impian Sang Anak Kampung” Berbasis Kearifan Lokal yg diproduksi oleh LSAP Banyuwangi Jawa Timur di bawah ini:

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *