BANYUWANGI: Meski sama sekali tanpa adanya atensi Pemkab Banyuwangi terhadap perfilman di daerah, namun “Lembaga Seni Akting dan Perfilman (LSAP)” Banyuwangi tetap konsisten menggarap film berbasis budaya kearifan lokal. Bahkan yang terbaru, kini LSAP setelah berhasil menyeleksi calon-calon pemeran yang keseluruhannya wajah-wajah baru langsung tancap gas. Yakni berkonsentrasi mempersiapkan segala sesuatunya berkaitan agenda pelatihan reading dan akting film “Kampung ACLaK (Aliansi Cendekiawan Lare Kampung)”. Apalagi lagu soundtracknya “Kampung ACLaK”, baik aransemen maupun take vokalnya juga telah tuntas dan kini dalam proses mixing.
Ketua LSAP Banyuwangi, DhennySta Kharismaputra selaku penggagas ide menjelaskan, konsep alur cerita dalam film “Kampung ACLaK” mengkolaborasikan antara nuansa komedi dengan nilai-nilai edukasi. Sesuai akronimnya “ACLaK”, yaitu Aliansi Cendekiawan Lare Kampung. Oleh karenanya akan diterjemahkan melalui serangkaian cerita yang dapat menyuguhkan sebuah paradigma wawasan hingga memberikan pengertian, pemahaman serta penyimpulan secara positif.

“Pada episode perdana kami akan mengawali penggarapan filmnya bertajuk Babad Kampung ACLaK, yakni potret dimulainya sebuah tatanan kehidupan dengan peradaban tersendiri di sebuah perkampungan yang baru diresmikan. Meski di Kampung ACLaK tersebut terdiri dari beragam suku, bahasa, adat istiadat, namun di antara mereka memiliki keahlian dan kemampuan mumpuni yang mengagumkan. Bahkan terbina kerukunan yang saling mengisi dan melengkapi, walau kerapkali terjadi perdebatan yang seru dan menegangkan,” papar DhennySta yang sekaligus sebagai penulis skenario dan merangkap sebagai sutradaranya.
Jika selama ini banyak orang yang mengkonotasikan istilah “ACLaK” sebagai sesuatu hal yang negatif, justru dalam perspektif DhennySta analogi ACLaK tersebut menyimpan selaksa energi positif. Dikatakannya, dengan berbekal ACLaK maka akan dapat membantu siapapun untuk mau belajar tahu, belajar bisa, belajar mengerti serta belajar pintar.
“Sopo bain ulih ACLaK utowo nga-ACLaK, taping yo kudu sembodo (Siapapun boleh ACLaK atau nga-ACLaK, tetapi ya harus bisa menyesuaikan dengan kadar kemampuan dirinya, red.). Nah, di film Kampung ACLaK yang akan ditayangkan di YouTube LSAP Banyuwangi Channel nanti, kami membedah harfiahnya secara berkesinambungan. Di samping juga ingin memberikan motivasi bahwa menjadi orang kampung itu harus bangga, karena sebagai pendobrak perubahan juga embrio lahirnya pemikir-pemikir brilian yang mengisi posisi-posisi penting baik di pedesaan maupun di perkotaan,” ungkap pria yang berprofesi sebagai pengacara di Banyuwangi itu dengan lugas.
Simak juga pontang-pantingnya para pelaku UMKM di Banyuwangi yang berjuang sendiri, tanpa adanya perhatian dari Pemda Banyuwangi di bawah ini:
Guna menjadikan film “Kampung ACLaK” agar lebih bernilai, imbuh DhennySta, pihaknya bersama tim kreatif juga menciptakan lagu soundtracknya. Adapun syair-syairnya, selain berisikan tentang maknanya ACLaK juga memberikan support agar setiap orang yang mendengar lagunya tersebut memiliki kepercayaan dan keyakinan diri untuk menggapai cita-citanya.
“Melalui lagu dan film Kampung ACLaK ini, semoga nantinya siapapun dapat menyimaknya dengan baik dan seksama. Sehingga akan mempunyai kepercayaan dan keyakinan diri untuk melangkah dan meraih cita-citanya yang sudah terumuskan dengan baik. Jangan pernah meremehkan sesuatu yang mungkin dianggap sepele, jika tak ingin kehilangan peluang dan akhirnya akan berbuah penyesalan,” tandas pria yang hobi melakukan penelusuran melalui Petualangan Wisata Mistis di tempat-tempat keramat itu.

Sedangkan pemeran Saleho sekaligus anggota tim kreatif LSAP Banyuwangi, Gatot Saleho saat dihubungi menegaskan, dalam penggarapan film “Kampung ACLaK” pihaknya akan totalitas. Hal itu baik menyangkut persiapan para calon pemain, lagu soundtrack maupun yang lainnya.
“Kami beserta tim kreatif LSAP Banyuwangi sudah sepakat, benar-benar melakukan seleksi ketat terhadap para calon pemain. Karena film Kampung ACLaK ini tidak bisa digarap dengan setengah hati. Sehingga dalam penggarapan lagu soundtracknya pun saya terlibat secara langsung,” ujar mantan melody Paradise Band Gladag Rogojampi yang sekaligus sebagai pengisi vokal lagu soundtracknya Kampung ACLaK itu dengan lantang. (Tim Dhuta Ekspresi)
Sebuah persembahan karya film Indhie pertama di Banyuwangi, dengan mengedepankan budaya berbasis kearifan. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:









