BANYUWANGI: Viralnya video yang beredar luas di Medsos terkait dengan kekecewaan para warga yang telah berinvestasi melalui Future E-Commerce (FEC), berujung ke ranah hukum. Pasalnya para warga tersebut beramai-ramai mengadukan permasalahannya ke Mapolresta Banyuwangi. Hal itulah yang mengundang keprihatinan tersendiri Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara.
Tampak dalam video yang beredar tersebut, para warga yang telah menjadi anggota FEC melabrak Kantor Pemasaran FEC di Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Tujuannya tak lain adalah, hanya untuk menarik dana yang sudah terlanjur diinvestasikan melalui FEC.
Adapun alasan utama penarikan dana investasi tersebut karena tak adanya kepastian. Ironisnya lagi, pada kenyataannya peroleh keuntungan serta modal investasi tak sesuai dengan yang dijanjikan oleh pihak FEC.

Kegaduhan yang terjadi akibat investasi di FEC itu akhirnya mendapat sorotan tajam Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara. Menurutnya masyarakat jangan sampai jadi korban atas ketidakpastian berinvestasi di FEC.
“Jikalau memang persoalan tersebut masuk ke ranah hukum, seyogyanya diselesaikan dengan baik. Sedangkan pihak FEC jika memang tak bertanggungjawab, maka perlu ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas pria yang akrab dipanggil pak Made itu saat dihubungi Dhuta Ekspresi via jaringan selulernya, 13 September 2023.
Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Made meminta kepada masyarakat agar tak mudah menerima penawaran investasi yang menggiurkan. Menurutnya lebih baik meneliti dulu kebenaran dan kepastiannya dengan mengedepankan kewaspadaan.
“Jangan sampai berinvestasi uang atau barang hanya tergiur dengan iming-iming yang katanya berpenghasilan besar. Akan tetapi tidak memperhatikan kepastian dan kebenarannya,” ungkapnya seraya memberikan saran.
Oleh karenanya Made berharap masyarakat Banyuwangi harus berhati-hati jika mendapatkan penawaran tertentu untuk berinvestasi. Jikalau perhitungan penghasilan tidak masuk akal apalagi pihak pengelola investasi meragukan, lebih baik dipertimbangkan lagi.
“Jangan sampai menjadi korban pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan investasi berpenghasilan menggiurkan. Sehingga baru menyadari dan menyesal setelah tahu dirinya hanya menjadi korban,” tandasnya.
Investasi yang tidak jelas dan patut diragukan, kata Made, biasanya memiliki modus tertentu. Diantaranya, kadang meminta sejumlah uang terhadap para peserta atau member untuk menanam modal dengan jenis-jenis produk maupun bisnis tertentu.
“Akan tetapi kadang produk ataupun bisnisnya yang ditawarkan tersebut tak jelas keberadaannya. Sementara warga masyarakat diberikan iming-iming berupa estimasi keuntungan yang luar biasa. Oleh karena jangan mudah percaya begitu saja,” pungkasnya. (tim dhuta ekspresi)









