Pemkab Banyuwangi Luncurkan Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 Secara Simultan

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani

Sesuai agenda, akhirnya program beasiswa Pemkab Banyuwangi telah diberikan kepada 3.920 mahasiswa sejak 2011 hingga 2025. Program tersebut kembali dilanjutkan melalui Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 secara simultan.

Pada tahun 2026, ada sebanyak 613 putra-putri Banyuwangi mendaftar dan mengikuti proses seleksi beasiswa tersebut. Dari jumlah itu, 124 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan melanjutkan ke tahap tes psikologi serta wawancara yang telah dijadwalkan.

Read More

Menurut Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bahwasanya pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah Banyuwangi khususnya.

“Mengingat oendidikan menjadi salah satu perhatian kami. Maka kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Karena itu, program beasiswa terus kami lanjutkan dan kembangkan sesuai dengan kebutuhan yanga da,” jelas Ipuk, beru-baru ini.

Pemberian beasiswa, kata Bupati Ipul, tidak hanya ditujukan untuk membantu meringankan biaya pendidikan. Namun lebih dari itu, program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda Banyuwangi untuk mengembangkan potensi dan kompetensinya masing-masing.

Adapun beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 dibuka melalui sejumlah skema. Di antaranya jalur afirmasi bagi mahasiswa yang baru memasuki perkuliahan, beasiswa berlanjut bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, serta beasiswa bagi dokter yang melanjutkan pendidikan spesialis yang menjadi pilihannya.

Selain itu program tersebut juga menyasar sejumlah bidang yang dinilai penting bagi pembangunan daerah. Salah satunya sektor kesehatan, dengan program studi meliputi Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Sanitasi/Kesehatan Lingkungan, Psikologi, Apoteker/Farmasi, dan Kedokteran Umum.

Menariknya lagi Pemkab Banyuwangi juga memberikan kesempatan bagi dokter untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) maupun dokter gigi spesialis yang menjadi pilihan.

Adapun sejumlah program spesialis yang menjadi prioritas antara lain Jantung dan Pembuluh Darah, Saraf (Neurologi), THT-KL, Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Orthopedi dan Traumatologi, Kedokteran Jiwa, Urologi, Penyakit Dalam, serta Mata sebagai jurusannya.

“Namun demikian, kami juga meminta para penerima beasiswa, khususnya di sektor kesehatan. Untuk nantinya mengabdi di Banyuwangi. Harapannya, mereka bisa ikut memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, secara berkelanjutan di Banyuwangi,” pintanya.

Program lainnya, selain bidang kesehatan, Beasiswa Banyuwangi Progresif juga mencakup sejumlah bidang lainnya, yakni Pendidikan, Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Teknik dan Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Ilmu Sosial, Hukum, serta Perikanan sesuai potensi yang ada di Banyuwangi.

“Dwmi efektivitas, maka bidang-bidang tersebut kami dorong. Karena memiliki peran penting dalam pengembangan Banyuwangi. Jadi, selain membuka akses pendidikan, beasiswa ini juga kami arahkan untuk memperkuat kapasitas SDM di berbagai bidang yang sesuai kompetensi,” ungkapnya..

Dijelaskan pula bahwa program beasiswa pendidikan pemkab telah berjalan sejak 2011. Dari tahun ke tahun, program tersebut terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan serta pembangunan daerah Banyuwangi.

Adapun Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menjelaskan, pelaksanaan Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 tercatat sebanyak 613 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 orang telah lolos seleksi administrasi yang dilanjutkan dengan tes psikologi dan wawancara langsung.

“Adapun mengenai penetapan penerima beasiswa sekaligus pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada akhir September 2026,” beber Alfian swcara gamblang.

Menyangkut beasiswa diberikan, imbuh Alfian, yaitu sejak peserta dinyatakan lolos seleksi hingga menyelesaikan pendidikan. Untuk program kedokteran, beasiswa diberikan hingga semester 12, sedangkan program studi lainnya hingga semester 8 yang dituntaskan.

“Ajdi lebih jelasnya lagi, beasiswa yang diberikan mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, buku dan bahan ajar, riset atau penelitian, serta praktik swcara langsung,” tegasnya. (*)

 

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *