Akibat PPKM Berkepanjangan, Hajat Hidup Orang Banyak Mengalami Mati Suri

Tokoh pemuda Banyuwangi, Hijrotul Hadi

Hadi: Semuanya kehilangan sebagian harapan penghidupan mereka

BANYUWANGI: Dampak pandemi Covid 19 sepertinya tiada henti memporak-porandakan berbagai sendi kehidupan masyarakat, utamanya perekonomian masyarakat, perdagangan, hingga dunia pariwisata kian carut marut. Apalagi dengan adannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara berkala, dan kini kembali diperpanjang lagi hingga 23 Agustus 2021. Bahkan tak tanggung-tanggung, pemerintah kembali mengumumkan perpanjangan PPKM level 4, 3 dan 2 di pulau Jawa dan Bali.

Read More

Dampak PPKM yang berkepanjangan sudah sangat dirasakan di pelbagai lapisan masyarakat, mengingat segala aktivitas serba di batasi. Di sisi lain, pemerintah seakan tak pernah merasa lelah untuk mengumumkan perpanjangan agenda PPKM-nya. Entah sampai kapan akan berakhir, tak ada tanda-tanda kepastiannya. Sementara itu dalam upaya pemenuhan kebutuhan kehidupan sehari-hari, salah satunya seperti  yang dialami para pelaku dunia pariwisata kian terasa dalam kesulitan untuk beraktivitas demi mengais rejeki.

Sebuah persembahan karya film Indhie pertama di Banyuwangi, dengan mengedepankan budaya berbasis kearifan. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:

Fenomena yang memprihatinkan tersebut, telah mengundang perhatian khusus tokoh pemuda Banyuwangi, Hijrotul Hadi. Menurutnya, perpanjangan PPKM yang kini memasuki level 4, 3 dan 2 sangat berdampak sekali apalagi jika berkaitan dengan dunia pariwisata. Karena sebagian pengharapan penghidupan yang ada di dalam dunia pariwisata tersebut juga turut hilang.

“Dampak perpanjangan PPKM ini juga dirasakan oleh para pelaku dunia pariwisata, sehingga mereka merasa ada yang hilang. Ya mulai pegawai hingga pedagang kecil pun juga kehilangan pekerjaan. Belum lagi efek domino yang ditimbulkan, seperti hotel, homestay, dan lainnya yang berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak juga mengalami mati suri,” kata pria yang akrab dipanggil Kang Hadi itu kepada Dhuta Ekspresi saat ditemui di balai bengongnya.

Pemuda yang aktif dalam pergerakan yang memiliki ribuan simpatisan dari berbagai unsur masyarakat Banyuwangi itu meski berpandangan, apa yang dilakukan oleh pemerintah juga bukan tanpa alasan. Namun ia berpikir, pemerintah juga berkehendak yang sama dengan masyarakat. Yakni pandemi Covid 19 agar secepatnya bisa berakhir.

“Saya pribadi pun berharap, -meskipun PPKM terus berlanjut-, mohon secara pelan dan berkala dunia pariwisata mulai diaktifkan kembali. Karena ini manyangkut hajat hidup orang banyak. Kasihan kan Mas, semuanya kehilangan sebagian harapan penghidupan mereka,” ungkap Hadi seraya memberikan alasannya.

Ketika ditanya, mungkinkah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dapat memberikan ruang kepada para pelaku pariwisata guna menjalankan aktivitasnya agar tidak kian berkepanjangan kehilangan pengharapan sebagian penghidupannya?

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Cabang Banyuwangi itu dengan lugas menjawab bahwa mungkin saja dilakukan. Apalagi ketika Banyuwangi sudah dinyatakan masuk PPKM level 2 sehingga sudah mulai dibuka secara berkala dan bertahap sesuai SOP dalam penanganan pandemi Covid 19.

“Saya yakin Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menghendaki hal yang sama dengan masyarakatnya. Oleh karenanya, mari kita berikan support kepada pemerintah, agar pandemi ini segera berlalu. Ikuti anjuran pemerintah saja, demi Banyuwangi dan demi Indonesia. Saya jadi teringat dengan penjual  mie sebelah Mas, yo wis kalau begitu saya mau cari mie pedas level 6 dulu. Hehehe …,” candanya sembari langsung menyeruput secangkir kopi hitam kesukaanya.

Dengan adanya perpanjangan PPKM level 4, 3 dan hingga 23 Agustus 2021, ia memberikan semangat untuk seluruh masyarakat Banyuwangi. “Dengan adanya kebijakan pemerintah memperpanjang PPKM tersebut, mari kita tetap patuhi protokop kesehatan. Di sisi lain kita tetap berjuang demi penghidupan yang lebih baik. Salam sehat untuk Banyuwangi tercinta,” kata Hadi mengakhiri wawancaranya. (Tim Dhuta Ekspresi)

Simak juga pontang-pantingnya para pelaku UMKM di Banyuwangi yang berjuang sendiri, tanpa adanya perhatian dari Pemda Banyuwangi di bawah ini:

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *