BANYUWANGI: Bahaya Narkoba, hingga saat ini menjadi problematika tersendiri di berbagai kalangan, bahkan ancaman yang mengerikan khususnya bagi generasi muda penerus perjuangan bangsa. Meskipun baik para pengguna maupun pengedar Narkoba sudah mendapat hukuman setimpal sesuai penerapan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, namun kenyataannya hingga saat ini peredaran Narkoba sepertinya masih sulit diberantas. Bahkan menurut catatan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Banyuwangi, kini Kabupaten Banyuwangi dalam “Darurat Narkoba”. Itulah sebabnya, LAN mengirim surat cinta secara terbuka kepada Bupati Banyuwangi.
Betapa pentingnya memahami pengertian dan bahayanya seputar narkotika, psikotropika, dan obat terlarang atau biasa disingkat Narkoba. Selain “Narkoba”, istilah lain yang pernah diperkenalkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah “Napza” sebagai singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Semua istilah ini, baik “Narkoba” ataupun “Napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya.
Sebuah persembahan karya film Indhie pertama di Banyuwangi, dengan mengedepankan budaya berbasis kearifan. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:
Bagi siapapun yang dengan sengaja menyalahgunakan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang, hingga berakibat badan kekurangan cairan. Yang lebih mengerikan lagi, jika efek ini terus terjadi, maka tubuh akan mengalami kejang-kejang, lalu muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak. Tak sedikit yang berujung kematian, karena overdosis, atau frustasi sehingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Menyadari begitu bahayanya Narkoba tersebut, dengan sigap Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Banyuwangi, Hijrotul Hadi memberikan peringatan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya. Caranya yang dilakukan pun cukup santun dan sederhana, yakni mengirim surat cinta secara terbuka kepada Bupati Banyuwangi yang dikemas dalam bentuk video dan diunggah ke kanal YouTube-nya. Menariknya, hal itu dilakukan di tengah momentum semangat Hari Kemerdekaan RI yang ke 76 dan maraknya pandemi Covid 19.
Untuk menyimak selengkapnya surat cinta terbuka nan sederhana Ketua LAN Banyuwangi yang dikirim ke Bupati Banyuwangi, sebagaimana pada tautan di bawah ini:
“Assalamu’alaikum Warrohamatullahi Wabarokatuh. Kepada yang terhormat ibu Bupati Banyuwangi, salam hormat, salam sehat dan salam cinta anak bangsa. Di momen hari kemerdekaan dan di tengah situasi pandemi covid 19 ini, perkenankan kami LAN Banyuwangi menyapa ibu Bupati melalui video sederhana ini,” terdengar suara khas Ketua LAN Banyuwangi, Hijrotul Hadi dalam video yang berisikan surat cinta nan sederhana itu.
Dilanjutkannya, pihaknya mengetahui dan memahami tentang kesibukan Bupati Banyuwangi dalam berbagai hal kaitanya dengan banyuwangi secara keseluruhan. Terlebih lagi di era pandemi Covid 19 saat ini yang sangat menguras energi, pikiran, serta berbagai hal di semua lini. Hadi juga mendoakan, semoga ibu bupati selalu sehat dan dimudahkan segala urusanya, demi Banyuwangi.
“Ibu Bupati yang kami hormati, Banyuwangi saat ini darurat narkoba. Apa yang ada di benak ibu Bupati ketika mendengar anak bangsa yang ada di Banyuwangi terus menerus dan masif diracuni oleh Narkoba? Kami yakin ibu juga sedih mendengar hal tersebut. Namun sedih saja tidak akan cukup. ibu Bupati wajib membawa masyarakat Banyuwangi bersih Narkoba. Ibu Bupati harus tergerak dan bergerak agar Banyuwangi serentak LAWAN NARKOBA,” tandas Hadi seraya berupaya membangunkan kesadaran Bupati tentang bahayanya Narkoba.
Dalam pandangan LAN Banyuwangi, menyakini jika ibu Bupati paham apa yang harus dilakukan demi Banyuwangi bersih Narkoba. Dikatakannya, LAN Banyuwangi akan suport penuh segala upaya pemerintah dalam penanggulangan bahaya narkoba.
“Ibu Bupati adalah harapan besar bagi kami, dan kami mohon selamatkan kami semua dari ancaman bahaya Narkoba. Terimakasih banyak ibu, semoga berkenan mendengar dan mengabulkan permohonan kami yang sederhana ini. salam cinta anak bangsa,” ungkap Hadi menyudahi surat cintanya. (Tim Dhuta Ekspresi)
Simak juga pontang-pantingnya para pelaku UMKM di Banyuwangi yang berjuang sendiri, tanpa adanya perhatian dari Pemda Banyuwangi di bawah ini:









