Aliansi Mahasiswa Banyuwangi Ancam Akan MENYEGEL Kantor Bupati Banyuwangi

GELORA MAHASISWA: Aliansi Mahasiswa Banyuwangi menggelorakan semangat kewaspadaan terkait kebijakan ceroboh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang menandatangani Berita Acara Kesepakatan penarikan batas wilayah Banyuwangi dengan Bondowoso subsegmen Kawah Ijen

BANYUWANGI: Perjuangan Aliansi Mahasiswa Banyuwangi untuk meminta pertanggungjawaban atas kebijakan ceroboh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas yang menandatangani Berita Acara Kesepakatan No: 35/BAD II)VI/2021, tertanggal 3 Juni 2021 tentang garis batas antara Kabupaten Banyuwangi dengan Kabupaten Bondowoso subsegmen Kawah Ijen, kian memuncak. Bahkan setelah berbagai upaya untuk meminta klarifikasi dan kepastian Bupati Ipuk menemui jalan buntu, kini AMB membuat pernyataan sikap dengan tegasnya. Yakni MOSI TIDAK PERCAYA terhadap Bupati Ipuk. Selain itu mengancam akan menyegel kantor Pemda Banyuwangi sebagai kantornya Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Karena gayung tak bersambut.

Para mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banyuwangi (AMB) yang dipandegani Rifqi Nuril Huda, Vina dkk tersebut menyadari betul jika salah satu perannya sebagai Agent Social Control. Di pundak dan alam pikirannya, mempunyai tanggungjawab atas peran penting dan signifikannya di tengah masyarakat. Itulah sebabnya merasa terpanggil secara aktif melakukan upaya kontrol terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat serta bertentangan dengan nilai keadilan di masyarakat.

Read More

Simak juga film Indhie beredukasi “Impian Sang Anak Kampung” Episode kedua dalam kisah “Karena Ekonomi Rela Putus Sekolah” di bawah ini:

Bahkan menyadari pula, jika kecerobohan Bupati Ipuk dalam membuat kebijakan konyol perbatasan Banyuwangi dengan Bondowoso subsegmen Kawah Ijen amat merugikan daerah Banyuwangi serta merampas hak-hak rasa kebanggaan rakyat Banyuwangi terhadap ikon Ijen. Namun saat AMB sesuai ranahnya yang berbasis intelektual menggagas dan menyodorkan ruang Diskusi Publik, (21/7) lalu, namun justru hanya melahirkan ketidakpastian.

Mengingat beragam langkah berintegritas yang ditempuh mengalami kebuntuan, akhirnya AMB mengeluarkan Press Release-nya, tertanggal 24 Juli 2021. Selanjutnya beredar luas ke berbagai redaksi masa media, para tokoh, serta masyarakat.

Tampak jajaran pengurus dan anggota Aliansi Mahasiswa Banyuwangi sedangkan mengadakan musyawarah terkait rumusan langkah-langkah perjuangannya.

Dalam press releasenya, di antaranya menyatakan, sehubungan dengan adanya penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Nomor 35/BAD II/VI/2021 terkait penarikan garis besar daerah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso  Provinsi Jawa Timur pada subsegmen Kawah Ijen, tertanggal 3 Juni 2021 lalu oleh Bupati Banyuwangi dan Bupati Bondowoso di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.

Oleh karenanya, Aliansi Mahasiswa Banyuwangi atas dasar perjuangan dan kesepakatan bersama untuk mempertahankan Kawah Ijen menjadi Bagian dari Kabupaten Banyuwangi menyatakan beberapa sikap.

“Menyatakan MOSI TIDAK PERCAYA kepada Bupati Banyuwangi atas tindakan kegabahan dalam mengambil keputusan strategis untuk mempertahankan Kawah Ijen menjadi bagian dari Kabupaten Banyuwangi. Sebagaimana yang terbukti melalui penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Nomor 35/BAD II/VI/2021 terkait penarikan garis besar daerah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur pada subsegmen Kawah Ijen,” demikian bunyi dalam pernyataan sikap pertamanya.

Selanjutnya yang kedua, menuntut Bupati Banyuwangi untuk mengklarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat Banyuwangi atas kecerobohan dan keteledoran yang sudah dilakukan perihal penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Nomor 35/BAD II/VI/2021. Hal itu terkait penarikan garis besar daerah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur pada subsegmen Kawah Ijen tertanggal 3 Juni 2021 lalu.

“Kami juga menuntut Bupati Banyuwangi untuk memberikan jaminan kepada masyarakat Banyuwangi bahwa Kawah Ijen akan tetap menjadi bagian geografis Wilayah Banyuwangi. Apabila Bupati Banyuwangi tidak memenuhi tuntutan kami dalam jangka waktu 5 hari, maka kami Aliansi Mahasiswa Banyuwangi akan “MENYEGEL”  kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebagai bentuk kekecewaan kami,” ancamnya bersungguh-sungguh. (Tim Dhuta Ekspresi)

Simak juga Penelusuran lewat “Petualangan Wisata Mistis” demi nguri-nguri budaya warisan leluhur, hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *