BANYUWANGI: Masyarakat Banyuwangi tiba-tiba dikejutkan oleh sebuah poto karangan bunga yang beredar luas utamanya di beberapa Grup WhatsApp (WA), baik Grup Sekber Media, LSM & DPRD maupun grup WA lainnya. Yang menyebabkan keterkejutan karena dalam foto tersebut bertuliskan “Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IBU LUCIA YUSTINA (Ibunda Bapak Yusuf Widyatmoko, S.Sos). Lalu di bawahnya bertuliskan pemberi ucapan “BUPATI BANYUWANGI: IPUK FIESTIANDANI dan H ABDULLAH AZWAR ANAS”. Sehingga memantik pertanyaan, benarkah Banyuwangi memiliki dua sosok Bupati sekaligus?
Sebagaimana diketahui bahwa dalam suksesi kepemimpinan di Kabupaten Banyuwangi, memang H Abdullah Azwar Anas pernah menjabat sebagai Bupati Banyuwangi selama dua periode, 2010-2015 dan 2015-2020. Sedangkan istrinya, Ipuk Fiestiandani kala itu menjadi Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Banyuwangi selama dua periode pula.

Akan tetapi, entah karena faktor keberuntungan atau faktor lain, Cabup Ipuk Fiestiandani berpasangan dengan Cawabup H Sugirah berhasil menumbangkan pasangan Cabup Yusuf Widyatmoko dengan Cawabup Gus Riza dalam perhelatan Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi 2020 lalu. Sehingga Pada tanggal 26 Februari 2021 Ipuk Fiestiandani dan H Sugirah resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi.
Dengan beredarnya poto tersebut, telah menimbulkan beragam spekulasi di berbagai kalangan. Satu sisi seolah-olah di Banyuwangi memiliki dua sosok Bupati sekaligus, yakni Ipuk Fiestiandani dan H Abdullah Azwar Anas. Sehingga Wakil Bupati dianggap tidak ada. Sedang di sisi lain muncul spekulasi seakan kepemimpinan Ipuk dibawah bayang-bayang sosok Abdullah Azwar Anas. Hal itu diperkuat dengan adanya tulisan dalam ucapan duka cita dengan mencantumkan tulisan pengirim atas nama “BUPATI BANYUWANGI: IPUK FIESTIANDANI dan H ABDULLAH AZWAR ANAS”.
Sebuah karya film Indhie pertama di Banyuwangi, dengan mengedepankan budaya berbasis kearifan. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:
Fenomena aneh tersebut tentu saja mendapat sorotan dari berbagai pihak. Di antaranya dari tokoh pergerakan, Asad M Nagib. Ia sangat menyayangkan dengan adanya penulisan dalam ucapan duka cita tersebut. Seharusnya dipisahkan atau dibuatkan sendiri-sendiri.
“Karena dalam ucapan (Turut Berduka Cita, red ) itu ada kalimat atas nama Bupati Banyuwangi. Mengapa ditulis Ipuk Fiestiandani dan H Abdullah Azwar Anas? Yang menjadi Bupati Banyuwangi kan Bu Ipuk, bukan Pak Anas. Maka selayaknya cukup Bu Ipuk saja. Kecuali jika dalam ucapan karangan bunga tidak ada kalimat Bupati Banyuwangi. Silakan saja ada nama pak Anas selaku suaminya,” kata pria yang akrab disapa Kang As’ad itu kepada Dhuta Ekspresi.
Ditambahkannya, akan lebih pantas lagi dalam ucapan itu bertulisan Bupati banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati Banyuwangi H Sugirah. Dengan menuliskan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan H Abdullah Azwar Anas telah mengisyaratkan makna lain.
“Artinya siapapun bisa menerjemahkan lain. Misalnya bahwa Bupati Banyuwangi itu tak lain adalah, Ipuk Fiestiandani dan H Abdullah Azwar Anas. Kita wajar saja meraba-raba maknanya bahkan berspekulasi sesuai dengan tulisan yang ada dalam karangan bunga ucapan Turut Berduka Cita tersebut. Kesan penulisan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan H Abdullah Azwar Anas sebagai bentuk pembenaran,” ungkapnya seraya berargumentasi.

Lain halnya dengan tokoh senior LSM Banyuwangi, S Yono A, ia mempertanyakan sejak kapan Banyuwangi mempunyai Bupati dan Papati. Bahkan ia menyoal jika dalam penulisan karangan bunga ucapan Turut Berduka Cita tersebut ada yang tidak beres.
“Baru sekarang saya melihat tulisan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan H Abdullah Azwar Anas. Mending ditulis saja Bupati Ipuk Fiestiandani dan Cakno. Mantap kan? Sekalian nunut ngetrend. Siapa tahu nanti ditakdirkan oleh Allah SWT diajdikan pengawal pribadinya. Iya kan? Amin,” kata pria energik yang akrab dipanggil Cakno itu seraya tertawa lepas. (Tim Dhuta Ekspresi)
Simak juga pontang-pantingnya para pelaku UMKM di Banyuwangi yang berjuang sendiri, tanpa adanya perhatian dari Pemda Banyuwangi di bawah ini:









