Dengan Gotong Royong, Pertumbuhan Ekonomi Mulai Pulih Menjadi 4,4 Persen

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani sedang berdiskusi seraya merajut harmoni seusai menunaikan ibadah Taraweh dengan jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah

BANYUWANGI: Momentum bulan suci Ramadhan, dimanfaatkan dengan baik oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani untuk menyampaikan ajakan bersama untuk membangun Banyuwangi juga menginformasikan tentang pertumbuhan ekonomi. Diantaranya dengan cara menghadiri undangan safari Ramadan yang digelar Pengurus Daerah Muhammadiyah Banyuwangi di Masjid An-Nur, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Minggu 26 Maret 2023.

Saat usai tarawih bersama, Bupati Ipuk mengajak Muhammadiyah untuk terus membantu program pembangunan daerah. Dikatakannya, pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah saja.

Read More

“Akan tetapi harus didukung dan disokong oleh seluruh elemen masyarakat. Termasuk diantaranya adalah, dukungan dari Muhammadiyah,” ujar Ipuk secara berterus terang.

Ditambahkannya, dengan menggerakkan gotong royong dari semua pihak, maka pembangunan di Banyuwangi dapat berjalan lancar sesuai harapan. Sehingga akan menghasilkan torehan yang baik.

“Hal itu terbukti, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang mulai pulih menjadi 4,4 persen pada 2022 setelah sebelumnya terdampak pandemi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang menunjukkan besaran ekonomi Banyuwangi pada 2022 mencapai Rp 93,29 triliun berdasarkan data BPS, meningkat 8,6% dari tahun sebelumnya. Pendapatan per kapita Banyuwangi juga meningkat menjadi Rp53,87 juta per orang per tahun di 2022,” ungkapnya

Diakuinya, jika tidak terjalin hubungan yang harmonis di tengah masyarakat Banyuwangi, tentu saja pertumbuhan yang demikian ini tidak dapat diwujudkan. Oleh karenanya, dengan terus mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut, akan mampu menekan angka kemiskinan.

“Angka kemiskinan Banyuwangi sempat meningkat pada saat pandemi Covid 19. Dari 8,06 persen di 2020 menjadi 8,07 persen di 2021. Tapi Alhamdulillah pada 2022 persen penduduk miskin menurun signifikan menjadi 7,5 persen, ini terendah untuk Banyuwangi sejak Indonesia merdeka,” ungkap Ipuk dengan penuh bangga

Masih menurut Bupati Ipuk, beragam program pembangunan akan terus digeber. Tahun ini dibangun 62 ruas jalan poros kecamatan.

“Begitu juga terkait beasiswa dan beragam bantuan pendidikan akan terus dikucurkan. Yakni mulai dari beasiswa kuliah, uang saku dan bantuan transportasi tiap hari untuk pelajar, hingga bantuan biaya hidup untuk pelajar rentan putus sekolah,” janji Ipuk bersungguh-sungguh.

Sedangkan Ketua PD Muhammadiyah, Dr. Mukhlis Lahuddin menyatakan siap untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah. Dikatakannya, sesuai hasil Musyawarah Daerah (Musda) Muhammadiyah Banyuwangi ada sejumlah rekomendasi program yang selaras dengan pilar Banyuwangi Rebound.

“Musda kemarin mengamanatkan kepada kami (pengurus baru terpilih) untuk menjalankan program yang intinya sama dengan Banyuwangi Rebound. Bagaimana mewujudkan kebangkitan ekonomi umat dan menjalin harmoni,” ungkap Mukhlis menyakinkan.

Sesuai program Banyuwangi Rebound dengan tagline Banyuwangi pasca pandemi Covid-19 terdapat tiga pilar penyokong. Yakni meliputi tangani pandemi, pulihkan ekonomi, dan merajut harmoni.

“Adapun untuk mewujudkan kebangkitan ekonomi sendiri, kami akan mendorong berbagai unit amal usaha Muhammadiyah. Mulai dari sekolah, rumah sakit, panti hingga masjid. Jika ini bergerak secara terkoordinir, maka upaya untuk membangkitkan ekonomi ini lebih mudah,” tegasnya.

Untuk mewujudkan harmoni yang baik, imbuh Mukhlis, Muhammadiyah menyiapkan pertemuan rutin setiap ahad pagi di 14 tempat. Dari forum ini, akan dijadikan ajang edukasi bagi warga Muhammadiyah.

“Hal tersebut khususnya demi menjaga kerukunan dan harmoni antar warga Banyuwangi. Sehingga dapat tercipta harmonisasi,” kata Mukhlis menyudahinya. (*)

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *