Banyuwangi Festival 2023 Diharapkan Jadi Sarana Penumbuhan Ekonomi Di Banyuwangi 

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani

BANYUWANGI: Perhelatan Banyuwangi Festival’ 2023, diharapkan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani akan menjelma sebagai sarana pertumbuhan ekonomi. Mengingat berbagai atraksi seni dan budaya daerah yang digelar mampu menyedot kedatangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

“Melalui penyelenggaraan Banyuwangi Festival ini diharapkan pariwisata semakin maju, pesat. Lalu wisatawan beramai-ramai datang berkunjung ke Banyuwangi. Hal itu tentu akan berimbas terhadap peningkatan perekonomian warga,” ujar Bupati Ipuk di Banyuwangi, beberapa waktu lalu.

Read More

Dalam Kalender pariwisata tahunan tahun 2023 terdapat sebanyak 55 event atraktif yang bakal digelar. Dikatakannya, tidak hanya pariwisata, namun berbagai sektor juga diangkat. Diantaranya seperti sport tourism, pendidikan, kuliner dan yang lainnya.

“Secara kuantitas agenda yang tersaji dalam Banyuwangi Festival 2023 lebih sedikit bila dibandingkan tahun sebelumnya. Namun durasi tiap event diperpanjang dalam penyelenggaraannya. Sehingga wisatawan akan selalu bisa menikmati hiburan karena durasi setiap even kami perpanjang. Tidak hanya sehari, namun ada yang sampai seminggu bahkan sebulan penuh. Jadi pengunjung tidak perlu khawatir ketinggalan,” kata Bupati Ipuk menjelaskan secara detail.

Bupati Ipuk lantas mencontohkan, seperti Festival Budaya Blambangan yang digelar tanggal 4-10 Juni, Festival Kitab Kuning 10-17 Juni, Sepekan Taman Suruh 16-22 Juli dan berbagai festival lainnya.

“Adapun menandai dimulainya event Banyuwangi Festival 2023, pertama kali digelar adalah Banyuwangi Culture Everyweek (BCE),” jelasnya.

Sedangkan pentas seni dan budaya yang digelar tiap akhir pekan ini, pelajar SD hingga SMA dari berbagai kecamatan menampilkan beragam atraksi seni dan budaya secara bergiliran.

“Kegiatan ini sekaligus upaya pelestarian budaya dan tradisi lokal. Lewat agenda ini kami kenalkan seni dan budaya asli Banyuwangi kepada generasi muda. Sehingga mereka bisa mengenal, mencintai dan bangga budaya daerahnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, ajang ini juga menjadi sarana merajut harmoni. Karena dalam setiap pelaksanaan para pelajar dari berbagai sekolah dan kecamatan akan saling bertemu dan berkolaborasi menyajikan suguhan yang atraktif.

“Jika sebelumnya selalu sibuk sendiri-sendiri dengan gawai-nya, tapi di sini secara tidak langsung mereka akan belajar bersinergi untuk saling bekerja sama,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi M Yanuarto Bramuda menyatakan, Banyuwangi Festival 2023 dikemas dengan konsep berbeda. “Misalnya Festival Budaya Blambangan terdiri dari berbagai atraksi seni, seperti Petik Laut Muncar, Petik Laut Lampon. Banyuwangi Traditional Ritual yang terdiri dari pertunjukan seni Seblang, Barong Ider Bumi dan lainnya,” terang pria yang akrab disapa pak Bram itu..

Begitu pula dengan Banyuwangi Music Festival,  lanjutnya, merupakan pekan musik di Banyuwangi. Yakni mulai dari Festival Gendhing Osing hingga Festival Band Pelajar.

“Yang pasti dengan konsep yang berbeda. Ini diharapkan akan berdampak pada lama masa tinggal para wisatawan yang tentunya akan berimbas pelaku UMKM,” pungkasnya. (*)

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *