BANYUWANGI: Sebanyak 3.700 orang pada tahun 2023, ditargetkan oleh Pemkab Banyuwangi untuk mendapat sentuhan berbagai program peningkatan ekonomi. Jika sebelumnya “Warung Naik Kelas” (Wenak), selanjutnya akan mendapatkan pelatihan serta pembagian alat usaha secara langsung.
Sebagaimana yang telah dicanangkan sebelumnya, warung-warung kecil yang tergolong usaha ultra mikro milik rakyat telah ditingkatkan kualitasnya dengan mengusung jargon “Warung Naik Kelas (Wenak)”. Program tersebut guna memfasilitasi perbaikan warung kecil dan memberikan bantuan alat-alat usaha sesuai kebutuhan pemilik warung yang menjalankan usaha dagangnya.
“Salah satu tumpuan bagi banyak masyarakat adalah Warung rakyat. Satu sisi pemilik warungnya memperoleh pendapatan untuk nafkah, disisi lain warga masyarakat memperoleh makanan dengan harga terjangkau. Oleh karenanya kami bantu agar tetap eksis sebagai bagian dari peningkatan ekonomi arus bawah,” ungkap Bupati Ipuk memberikan alasannya.
Ditambahkan oleh Bupati Ipuk, menyangkut skema penerima program Warung Naik Kelas, disesuaikan usulan dari masyarakat yang kemudian diverifikasi oleh dinas terkait. Menurutnya, pemilik warung akan mendapat alokasi bantuan uang dari program tersebut Rp1 juta. Dari uang tersebut digunakan untuk membeli alat atau melengkapi warung beserta kebutuhannya.
“Diantaranya membeli etalase, alat makan dan sejenisnya. Para penerima adalah pengusaha ultra mikro. Diharapkan, meski bantuan nominalnya tidak besar namun bisa membantu pengembangan warung yang dikelolanya,” urai Ipuk berterus terang.
Agar menjadi penghasilan tambahan untuk keluarganya, imbuh Ipuk,
pemilik warung bisa mengikuti pelatihan lanjutan. Bahkan dapat mengakses pendampingan sampai bisa mandiri.
“Sejauh ini totalnya sudah ada 5.390 orang yang mendapat fasilitas pelatihan. Yakni mulai dari pelatihan merias, membuat jamu, minuman dan makanan ringan, konveksi, serta berbagai pelatihan lainnya yang memang dibutuhkan oleh warga masyarakat secara langsung,” tandasnya.
Menurutnya, setelah mendapatkan pelatihan mereka juga akan mendapat pendampingan untuk menjalankan rintisan usaha. Mengingat hal itu sebagai
bagian dari program UMKM Naik Kelas yang dicanangkan. Dikatakannya, ada banyak pendekatannya, ada bantuan warung, pelatihan-pelatihan, fasilitasi perizinan, PIRT, bantuan alat produksi, kemasan, pemasaran, dan lain-lainnya.
“Pada tahun 2023 ini kami menargetkan ada 3.000 an lebih warga yang akan mengikuti pelatihan. Lalu mereka akan mendapatkan alat usaha juga selesai mendapatkan pelatihan,” pungkasnya. (*)









