BANYUWANGI_DE: Upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi untuk melahirkan warga-warga binaan yang kreatif dan mandiri dengan keahlian tertentu, sehingga diharapkan nantinya mampu membangun perekenomian yang tangguh patut mendapatkan acungan jempol. Dengan terobosan barunya, Lapas Banyuwangi mengadakan kegiatan One Day One Prison’s Product. Tujuannya tak lain adalah untuk mengenalkan dan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap hasil karya warga binaan, baru-baru ini.
Menariknya lagi demi mensukseskan kegiatan tersebut, para pegawai Lapas Banyuwangi diwajibkan untuk membeli berbagai hasil karya warga binaan. Yakni mulai dari souvenir, perabotan rumah tangga, batik dan yang lainnya.bhal itu sebagai salah satu rangkaiatan peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-59 yang serentak digelar di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.
“Kegiatan ini dilakukan demi melahirkan warga binaan yang kreatif dan mandiri secara ekonomi nantinya. Di samping juga akan menjadi sarana untuk mempromosikan berbagai karya menarik yang dihasilkan oleh warga binaan,” ujar Wahyu Indarto yang menjabat sebagai Kalapas Banyuwangi.
Berkenaan dengan kegiatan One Day One Prison’s Product tersebut, kata Wahyu, digelar pada tiga tempat yang berbeda. Yakni, di depan Aula Sahardjo, galeri hasil karya warga binaan dan ruang layanan seputar area Lapas Banyuwangi.
“Adapun tujuan kegiatan agar hasil karya warga binaan dapat dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga bisa meningkatkan penjualan produk karya warga binaan dan ada nilai secara ekonomi,” ungkapnya dengan penuh bangga.
Ditambahkannya, dari berbagai produk yang dihasilkan oleh warga binaan memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan yang beredar dipasaran. Akan tetapi memang perlu dilakukan kegiatan promosi untuk meningkatkan nilai jualnya di masyarakat luas.
“Dengan terobosan One Day One Prison’s Product ini kami upayakan untuk menggenjot promosi. Bahkan sekaligus guna memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa meskipun di tempat yang terbatas tidak menjadi penghalang bagi warga binaan untuk menunjukkan kreativitasnya. Hal ini juga sebagai bekal kemandirian secara perekenomian nantinya,” tandas Wahyu.
Mengenai hasil penjulan produk tersebut, masih menurut Wahyu, akan dialokasikan ke Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sebagiannya lagi akan diberikan kepada warga binaan yang memproduksi produk dalam bentuk premi.
“Kami berharap peminat produk warga binaan Lapas Banyuwangi dapat meningkat. Sehingga juga berbanding lurus dengan kontribusi PNBP dari Lapas Banyuwangi ini,” pungkas Wahyu dengan menyakinkan. (*)









