BANYUWANGI: Guna lebih meningkatkan peningkatan perekonomian warganya, Pemkab Banyuwangi mengadakan gerakan “Belanja di Pasar Rakyat dan UMKM” dengan melibatkan seluruh Aparatur sipil Negara (ASN) setempat. Selain itu juga karyawan BUMN, BUMD, swasta, dan berbagai komunitas untuk berbelanja sembako maupun kebutuhan lainnya di pasar-pasar, warung atau UMKM di sekitar rumah. Hal itu demi membantu meningkatkan perekonomian sektor pasar rakyat dan UMKM.
“Kamin sudah bertekad untuk berupaya melakukan peningkatan ekonomi. Meskipun beberapa program yang sudah digulirkan sebelumnya, yang efektif meningkatkan perekonomian warga terus kami lanjutkan. Seperti gerakan belanja di pasar rakyat dan UMKM ini,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, beberapa waktu lalu.
Gerakan “Belanja di Pasar Rakyat dan UMKM” ini sudah berlangsung sejak 2021 dan rutin yang dilaksanakan setiap bulan pada tanggal “cantik” oleh ribuan ASN dan komunitas lainnya. Oleh karenanya Ia mengajak semua pihak untuk bergerak bersama mendorong peningkatan ekonomi melalui gerakan belanja di pasar rakyat dan UMKM karena dinilai sangat membantu ekonomi arus bawah.
“Saya berharap gerakan ini akan terus berkelanjutan. Sehingga warga yang biasanya senang belanja ke toko modern, akhirnya mau belanja ke toko kecil atau toko kelontong dan UMKM,” ujarnya.
Hasil dari belanja di toko kelontong maupun di pasar rakyat termasuk UMKM, lanjut Ipuk, disumbangkan kepada warga kurang mampu, termasuk untuk balita stunting. Selain menggerakkan perekonomian warga, gerakan ini juga membantu warga yang membutuhkan. Karena dengan bergotong royong semacam ini semuanya akan menjadi lebih ringan beban yang ditanggungnya.
“Adqpun aksi kali ini fokus untuk penanganan stunting. Kami belanja kebutuhan pangan bernutrisi tinggi untuk disumbangkan kepada bayi di bawah dua tahun yang stunting. Selain ibu hamil berisiko tinggi. Ini yang harus kami berikan prioritas,” tegasnya. (*)









