Gedung Sekolah Disegel, Akibatnya Para Anak Didik MTs dan MA Di Wongsorejo Banyuwangi Terlantar 

Para anak didik yang menjadi korban penyegelan sekolahnya pun menyuarakan aspirasinya

BANYUWANGI: Proses belajar mengajar dibutuhkan keamanan dan kenyamanan, guna menjamin kelancaran pembelajaran bagi segenap tenaga pengajar serta anak didiknya. Namun apa jadinya jika lembaga pendidikan dengan pemilik lahan tempat penempaan pendidikan sekolah terjadi kisruh akibat adanya sengketa. Bahkan lebih ironis lagi terjadinya penyegelan gedung sekolah secara sepihak oleh pemilik lahan.

Peristiwa penyegelan gedung sekolah tersebut sebagaimana terjadi di Jl. KH Agus Salim Dusun Krajan Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Akibatnya dapat ditebak, para anak didik pun terlantar.

Read More

Sima juga video tentang “Lomba Perahu Layar Di Bentangan Selat Bali Bangsring Wongsorejo Banyuwangi”. Selengkapnya hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:

Kepala MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan MA (Madrasah Aliyah), Abdurahman, SHI menyatakan Sekolah yang dipimpinnya tersebut memang berdiri di atas tanah wakaf yang diberikan kepada pihak Yayasan Darul Huda. Akan tetapi akibat penyegelan tersebut, ratusan siswa siswinya terlantar di luar gedung pada Minggu, (14/8/2022)

“Walau gedung yayasan untuk menuntut ilmu pendidikan disegel, para anak didik tetap melaksanakan proses pembelajaran di luar gedung yayasan madrasah sekolah, seperti di mushola. Awalnya dipicu konflik internal oleh salah satu oknum guru yayasan tidak sesuai koridor Islam. Akhirnya berdampak kepada anak-anak penerus bangsa. Inilah yang memprihatinkan bagi kami,” ungkap Abdurrahman berterus terang.

Dengan adanya peristiwa penyegelan tersebut, -pihaknya berharap agar Pemda Banyuwangi khususnya Bupati Banyuwangi-, berkenan turun langsung ke lokasi. Setidaknya memberikan solusi agar para anak didik bisa menjalankan proses belajar dengan layak serta mendapatkan hak-hak dalam penempaan pendidikannya.

“Dalam proses belajar mengajar untuk sementara ada yang duduk di teras mushola, paving dan juga yang berkumpul tepat di depan sekolah. Hal itu demi terlaksananya proses belajar mengajar. Itulah sebabnya kepada Bupati Banyuwangi (Ipuk Fiestiandani, red.) Perlu turun tangan dem ok menyelamatkan masa depan para anak didik didik sebagai generasi penerus bangsa ini,” pungkasnya penuh harap. (Arie/Tim Dhuta Ekspresi)

Simak video lainnya tentang “Lahirnya Para Model Catwalk Berbakat Warga Binaan Lapas Banyuwangi”. Selengkapnya hanya di YouTube LSAP Banyuwangi Channel dibawah ini:

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *