Keluhan Masyarakat Soal Rusaknya Infrastruktur Dan Kelangkaan Pupuk Jadi Atensi Sofiandi Susiadi

Anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi Golkar, Sofiandi Susiadi

BANYUWANGI_DE: Momentum Reses tanggal 16 s/d 19 Februari 2023, benar-benar dimanfaatkan jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi untuk terjung langsung ke tengah guna menyerap aspirasi. Salah satunya dilakukan oleh Anggota DPRD Banyuwangi dari fraksi Golkar, Sofiandi Susiadi.

Dalam kegiatan Reses-nya tersebut, Sofiandi mengaku banyaknya keluhan masyarakat seputar kerusakan infrastruktur serta kebutuhan pupuk yang langka. Dikatakannya hal itu menjadi permasalahan tersendiri di tengah masyarakat sehingga membutuhkan penanganan guna mencarikan solusi terbaik.

Read More

“Sesuai keluhan masyarakat bahwa banyak infrastruktur yang rusak parah. Saat kami turun ke lapangan kami menemukan kerusakan infrastruktur tersebut utamanya terjadi di Dusun Tempusari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring. Salah satu solusinya masyarakat setempat meminta segera perbaikan-perbaikan infrastruktur jalan juga jembatan yang selama ini digunakan para warga untuk beraktivitas keseharian,” ungkap Sofiandi kepada awak media, Senin (19/2/2023).

Ditambahkannya, hal serupa juga ditemukan di Desa Sarimulyo Kecamatan Cluring. Hanya saja ada yang berbeda permintaan masyarakatnya. “Yakni masyarakat setempat meminta penanganan segera terkait perbaikan jalan secara merata. Harapannya agar masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan lancar,” tandasnya.

Adapun mengenai pupuk yang langka, lanjut Sofiandi, menjadi persoalan yang hingga kini belum teratasi. Kalaupun misalnya ada pupuk subsidi namun harganya cukup mahal.

“Saat kegiatan Reses, kami menemukan pupuk yang langka tersebut di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Dimana masyarakat setempat mengeluhkan pupuk bersubsidi yang langka. Anehnya perihal kelangkaan pupuk subsidi ini hampir merata dikeluhkan masyarakat yang kami kunjungi di desa-desa yang berbeda,” ujar politisi berkacamata ini dengan lugasnya.

Bahkan lebih menyedihkan lagi, masih menurut Sofiandi, masyarakat banyak yang mengeluhkan tentang harga-harga sembako yang terus meroket. Oleh karenanya penggalakkan program pembinaan dan pelatihan UMKM akan menjadi salah satu solusinya.

“Dalam hal ini, ada warga yang mengusulkan adanya program pelatihan memasak, pembuatan kue yang bisa dikomersilkan. Alasannya setidaknya akan menjadi solusi sebagai bekal wirausaha untuk ibu-ibu secara mandiri,” urainya berterus-terang.

Pria kalem yang menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Banyuwangi menyampaikan komitmennya, akan menampung dan menindaklanjuti aspirasi para warga tersebut. Di antaranya, menyangkut kelangkaan pupuk subsidi akan dibawa dalam forum pembahasan anggaran. Harapannya agar kuota pupuk subsidi di Banyuwangi agar lebih ditingkatkan lagi.

“Adapun langkah-langkah lain, saya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi. Bukan hanya itu, saya juga akan memperjuangkannya hingga ke pemerintah pusat melalui keterwakilan DPR RI. Ini demi pemenuhan kepentingan masyarakat,” tegas Sofiandi menyakinkan. (Tim Dhuta Ekspresi)

Simak juga video menarik lainnya: “”2 Saksi Bongkar Kronologi Pembuangan Bayi Cewek di Jalan Adi Sucipto Banyuwangi “. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:

 

 

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *