Kerjasama Pariwisata Banyuwangi dengan Jepang Mendapat Dukungan Dari DPRD Banyuwangi

Kantor DPRD Banyuwangi Jawa Timur

BANYUWANGI: DPRD Banyuwangi menyambut baik penandatanganan kerjasama antara Banyuwangi dengan negara Jepang. Hal itu sebagaimana dilakukan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat menghadiri Konferensi Internasional ke-10 UNESCO Global Geopark (UGG) di Marrakesh, Maroko. Apalagi seusai Geopark Ijen ditetapkan sebagai Global Geoparks Network alias Jaringan Global Geopark UNESCO. Selain itu juga jalinan kerjasama pengembangan di bidang pertanian dengan Jepang

Hj. Siti Mafrochatin Ni’mah Spd, MM selaku Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, mendukung kerjasama antara Banyuwangi dengan Jepang di bidang pariwisata. Alasannya jika memang kerjasama tersebut bertujuan untuk pemulihan ekonomi.

Read More
Ijen Geopark setelah resmi ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark menjadi pariwisata andalan bagi Kabupaten Banyuwangi

“Sepanjang kerjasama tersebut dapat memberikan dampak positif tentu akan kami dukung. Jika memang untuk memajukan potensi pariwisata di Banyuwangi, sehingga dapat lebih baik lagi,” ungkap wanita berjilbab yang akrab dipanggil Bu Ni’mah itu.

Ditambahkannya , pasca pandemi tentu dibutuhkan langkah-langkah pemulihan perekonomian. Salah satunya dunia pariwisata, karena memang yang paling terdampak secara langsung. Sehingga perlu ditata ulang agar dapat bangkit kembali dengan baik.

Disinlain, politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta kepada pihak eksekutif menjalankan program kepariwisataan bh ya secara efektif. Utamanya untuk lebih memprioritaskan perhatiannya kepada masyarakat Banyuwangi.

“Jadi yang perlu jadi prioritas adalah, adanya kerjasama tersebut memang dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat Banyuwangi. Di samping juga guna memberdayakan SDM-SDM yang ada di Banyuwangi,” katanya seraya berpesan.

Akan tetapi sebaliy, imbuh Ni’mah, jangan sampai kerjasama tersebut justru menjadikan penduduk asli Banyuwangi hanya menjadi penonton. Jika hal itu yang terjadi maka penduduk peribumi hanya akan layaknya seperti orang asing di daerahnya sendiri.

“Tentu akan ironis sekali jika warga pribumi hanya menjadi objek dan sebagai penonton di daerahnya sendiri. Jika hal itu yang terjadi maka akan jadi fenomena yang sangat memprihatinkan,” pungkasnya. (tim dhuta ekspresi)

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *