BANYUWANGI_DE: Senyum-senyum ceria tampak meronai sepasang bibir para pedagang yang berjualan beragam takjil, berupa makan, minuman, lauk pauk, sayur mayur dan yang lainnya di pusat-pusat pasar takjil Ramadhan. Salah satunya di Festival Ramadhan sepanjang Jalan Letjen Sutoyo Setro Pengantin Kelurahan Tukangkayu Banyuwangi. Mengingat dagangannya diserbu para pengunjung untuk membeli segala kebutuhan berbuka puasa.
Salah satu pedagang takjil, Munawaroh Tampak sibuk melayani pembeli yang silih berganti berdatangan di stand dagangannya. Dengan penuh ceria ia terus sibuk melayani dan mengemas pesanan pembeli.
“Alhamdulillah Mas hari ini pembeli yang datang lebih ramai dari hari sebelumnya. Seperti yang Mas lihat sendiri dagangan saya sudah hampir ludes diserbu pembeli,” kata wanita paruh baya yang mengaku berasal dari Kelurahan Tukangkayu itu seraya mengusap dahinya yang berkeringat.
Bukan Ramadhan baginya merupakan bulan limpahan rejeki. Dikatakannya ia merupakan pedagang takjil musiman yang selalu aktif berdagang di pusat takjil Ramadhan sepanjang jalan Setro Penganten dengan menyiapkan lapak dibantu keluarganya.
“Kebetulan saya sendiri yang memasak semua dagangan ini. Harganya pun sangat terjangkau oleh para pembeli. Ya saya menjual jenis masakan seperti ayam, udang, daging, serta beberapa jenis sayur mayur. Harga jualnya juga sangat terjangkau, hanya kisaran antara Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu perbungkusnya,” ujar Munawaroh penuh rasa bersyukur.
Adapun mengenai pendapatan, lanjut Munawaroh, tergantung pembeli yang datang. Sehingga ia mengaku tak berani memastikan berapa pendapatannya. “Namun pas ramai seperti hari ini, saya bisa mendapatkan satu jutaan lebih,” tandasnya.
Ternyata bukan hanya Munawaroh saja yang berbahagia karena telah mendapatkan limpahan rejeki di bulan Ramadhan. Namun hal serupa juga dirasakan oleh Parwati (47 th) yang khusus berdagang ragam minuman.
Secara jujur Parwati mengaku ia selalu berdagang khusus minuman setiap datangnya bulan Ramadhan. Bahkan ia tak pernah pindah kemana-mana selain membuka lapak di sepanjang Setro Penganten Kelurahan Tukangkayu Banyuwangi ini.
“Setiap bukan Ramadhan saya selalu berdagang es buah hingga kolak pisang maupun singkong. Karena pengalaman saya jenis minum tersebut paling disukai oleh para pembeli untuk melengkapi berbuka puasa,” bebernya.
Selama berdagang minuman pendapatannya berkisar antara 500 ribu hingga 800 ribu. Hal itu tergantung ramai tidaknya pengunjung yang datang. “Jika ramai saya bisa mendapatkan rejeki hingga 800 ribu lebih,” jelasnya.
Dengan adanya Festival Ramadhan sebagai pusat pasar takjil, telah menjadi terobosan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi arus bawah. (Tim Dhuta Ekspresi)
Simak Juga video menarik lainnya: “Awalnya Demi Pertahanan Ekonomi Kini Wisata Kuliner Pantai Seranite Ancol Kelurahan Lateng Banyuwangi Jadi Idola”. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:









