DPRD Banyuwangi Lakukan Study Tiru Di Dinkes Buleleng Demi Percepatan Eliminasi TBC 2030

Tampak Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara dan Wkailnya, Ruliyono beramaa jajaran Dinkes Buleleng Bali

Demi pembahasan percepatan Eliminasi TBC (Tuberkulosis), akhirnya DPRD Banyuwangi melakukan lawatan study tiru di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng Bali.

Dalam kunjungan kerja (Kunker) tersebut, Pimpinan DPRD Kabupaten Banyuwangi mempelajari seputar study tiru tentang strategi penanggulangan TBC.

Read More

Kunker Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE, tersebut diterima langsung oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Dewa Putu Merta Suteja, M.A.P., didampingi Pengelola Program TBC dan Plt. Kasubag Umum di Aula Dinas Kesehatan Buleleng, Kamis(17/9/2026)

Pertemuan difokuskan pada pembahasan strategi pemerintah daerah dalam percepatan penanggulangan dan pengendalian TBC melalui penguatan deteksi dini, pengobatan dan pencegahan penularan.

dr. Merta Suteja memaparkan bahwa ada empat pilar strategis Dinkes Buleleng Bali. Di antaranya, Komitmen Regulasi dan Kelembagaan yang Kuat.

Guna menyelaraskan program tersebut, Pemkab Buleleng telah menerbitkan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 38 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC Tahun 2025-2030.

Adapun untuk implementasinya, dibentuk KOPI TBC (Koalisi Organisasi Profesi Indonesia), Tim PPM (Public Private Mix), dan TP2TBC (Tim Percepatan Penanggulangan TBC) tingkat kabupaten.

Lalu inovasi unggulan Buleleng, yaitu POBIA MANTAN yang merupakan akronim dari Penjaringan, Obati, Bersama Penyintas, Inisiasi HIV, Anak Kontak. Keunggulan program ini adalah pelibatan aktif penyintas TBC sebagai kader pendamping pasien dan edukator masyarakat.

Selanjutnya melakukan perluasan Skrining Aktif Berbasis Populasi Berisiko. Dalam hal ini Buleleng melakukan penemuan kasus aktif secara masif di Lapas, Panti Asuhan, Pelabuhan, Posyandu, serta mengintegrasikan skrining TBC dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Sebagai pamungkasnya Pemkab Buleleng fokus Pemberdayaan Desa dan Penguatan Kemitraan. Yakni, melalui pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC. Disamping juga menjalin kemitraan strategis dengan ADINKES, SSR PPTI Cabang Buleleng, dan seluruh Fasyankes pemerintah dan swasta.

Secara berterus terang, Plt. Sekdis Kesehatan Buleleng, dr. Dewa Putu Merta Suteja, M.A.P. menyambut baik kunjungan ini.

“Bagi kami, ini sebagai momentum berbagi praktik baik (best practices) kepada semua pihak. Sehingga bisa menurukan kasus TBC,” jelas dr. Merta berusaha menjelaskan.

Sedangkan Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE menyampaikan, pihaknya mengapresiasi komitmen dan inovasi Buleleng.

“Kami akui, inovasi di Kabupaten Buleleng ini sangat komprehensif. Dan tentunya dapat direplikasi di Banyuwangi,” kata politisi PDIP dengan bangga.

Dengan adanya pertemuan ini, kedua daerah berharap dapat saling menguatkan dalam upaya akselerasi penemuan kasus, peningkatan angka keberhasilan pengobatan, dan mewujudkan target eliminasi TBC tahun 2030 nanti. (*)

banner 728x90

Related posts

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *