Begitu beratnya tugas para pemungut sampah dari rumah ke rumah lainnya, memiliki peranan yang sangat penting. Bukan hanya untuk menjaga kebersihan namun juga demi keindahan lingkungan Banyuwangi. Nmun sayang justru tak mendapatkan perhatian layak dari instansi terkait.
Fenomen miris itu ternyata mendapat atensi dari anggota DPRD Banyuwangi, M Zamroni, SH. Karena meras empati, ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk menjamin kesejahteraan mereka sebagai bentuk perhatian yang patut dan selayaknya.
Secara lugas dan tegas, Zamroni meminta Pemkab Banyuwangi untuk mengalokasikan anggaran khusus. Yakni berupa insentif maupun mengangkat para pemungut sampah menjadi Tenaga Harian Lepas (THL). Sebagai konsekuensi, agar dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 nanti.
“Para pemungut sampah itu sudah selayaknya dijadikan THL dengan memperoleh upah yang selayaknya. Karena begitu besarnya kontribusi para petugas kebersihan di lapangan. Dan mereka merupakan salah satu sosok yang bekerja untuk menjaga lingkungan tetap asri dan bersih,” ujar Zamroni memberikan alasannya.
Menurut pengakuannya, para pemungut sampah itu merupakan pahlawan kebersihan yang nyata. “Kerja keras mereka setiap hari sangat menentukan wajah daerah. Sehingga sudah sepatutnya mendapatkan apresiasi yang layak dari pemerintah. Terutama mengenai upah yang layak pula,” tegasnya, Senin, (20/7/2026).
Ditambahkannya, Kabupaten Banyuwangi saat ini telah menjadi tujuan wisata primadona, hingga banyak yang berkunjung ke Banyuwangi, baik itu wisatawan domestik maupun dari mancanegara.
“Dengan maraknya wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, tentu saja kebersihan lingkungan yang terjaga dengan baik. Dan itu berlaku bagii setiap sudut wilayah Banyuwangi,” tandasnya.
Oleh karenanya, terjaganya kondisi tersebut menjdi tugas berat bagi kalangan pemungut sampah. Jika tanpa peran krusial mereka, citra Banyuwangi dipertaruhkan sebagai daerah wisata.
“Jadi citra yang nyaman dan bersih Banyuwangi sebagai kota wisata harus tetap dipertahankan. Kami berharap Bupati Banyuwangi beserta jajaran penyusun anggaran dapat memperhitungkan secara matang kondisi fiskal daerah demi mengakomodasi usulan tersebut pada rancangan APBD 2027 mendatang,” bebernya memberikan alasan.
Lebih lanjut Zamroni meminta Bupati Banyuwangi untuk Anggaran 2027 nanti, jikalau kemampuan anggaran daerah mencukupi, agar para petugas pengambil sampa diangkat menjadi THL.
“Jika hal itu dapat diwujudkan, mereka bisa mendapatkan kepastian gaji bulanan. Tidk seperti sekarang seperti dalam ketidakpastian,” pungkasnya. (*)









