BANYUWANGI_DE: Porak-porandanya perekenomian rakyat sebagai dampak dari Covid 19 sejak tahun 2020 lalu, hingga kini masih cukup terasa. Namun demikian sosok pejabat yang sehari-harinya dinas sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) Kabat Kabupaten Banyuwangi, Dwi Sasongko telah menemukan solusinya untuk menghidupkan dan melancarkan denyut nadi perekenomian. Yakni dengan mendirikan Ikan Bakar Pondok Pelangi di sekitar rumahnya Kampung Ujung Kelurahan Kepatihan Banyuwangi.
Guna menunjang pengelolaan usahanya yang dikenal sebagai “IKAN BAKAR PEJABAT” tersebut, Sasongko merekrut beberapa orang sebagai karyawannya. Dengan menyiapkan dua sajian spesialnya, banyak pelanggan Yang berdatangan dari seantero Banyuwangi, luar Banyuwangi bahkan dari mancanegara.
Simak juga tayangan terkait: “TANTANGAN TERBUKA | 5 Menit Mancing Tak Dapat Ikan Maka Akan Digratiskan Semuanya”. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:
Owner “IKAN BAKAR PEJABAT” Pondok Pelangi, Dwi Sasongko memaparkan, Munculnya ide awal yaitu ingin merubah kawasan kumuh tempat buang sampah. Lalu pada 1 Desember 2021 tempat tersebut dijadikan kawasan kuliner ikan bakar.
“Karena semua orang tahu bahwa di seputar kawasan ini merupakan kawasan pesisir pantai boom marina Banyuwangi. Selain itu jika tumbuh kuliner maka perekonomian masarakat sekitar bisa tumbuh lebih baik dari sebelumnya,“ ungkap mantan Lurah Mandar itu kepada Dhuta Ekspresi seraya memberikan alasannya.
Demi membantu peningkatan taraf perekonomian, lanjut Sasongko, dilakukan perekrutan orang-orang kurang mampu untuk dijadikan karyawan. Yakni untuk bekerja di ikan bakar Pondok Pelangi.
“Untuk sementara kami baru memperkerjakan 6 orang dengan pengadilan tetap tiap bulannya. Kami memprioritaskan menyerap tenaga tersebut dari orang-orang yg kurang mampu dari sisi ekonominya,” ujar pria yang selalu berpenampilan sederhana itu
Ditambahkannya, dalam kesehariannya jumlah ikan yang terjual rata-rata mencapai sekitar 10 kg. Sedangkan pelanggan yang datang dari sekita Banyuwangi, luar Banyuwangi, Bahkan juga ada yg dari mancanegara.
Sebagai seorang pejabat apa Anda tidak malu jualan ikan dan membakar sendiri ikannya tersebut?
“Sejujurnya saja, sama sekali saya TIDAK GENGSI. Karena mulai kecil saya sudah terbiasa hidup apa adanya. Jadi jabatan itu hanya sementara, rejeki bukan karena jabatan semata. Nah ketika kita ingin mengais rejeki yang barokah dan halal, jangan ada perasaan gengsi agar tidak diazab oleh Allah SWT,” tuturnya sembari berfilosofi.

Adapun mengenai dua sajian spesial, masih menurut Sasongko, yakni bumbu ikan bakar itu Bermacam-macam. Di antaranya mulai bumbu rica-rica, sambal mentah, dabu-dabu, asam manis dan lain sebagainya.
“Akan tetapi kami membuat bumbu khas yg tidak ada di tempat lain, yaitu namanya BUMBU KHAS IKAN BAKAR PONDOK PELANGI,” tandasnya.
Yang lebih menarik lagi, imbuh Sasongko, di Pondok Pelangi juga disediakan ikan Krapu dan Baramundi yg masih hidup dengan cara mancing sendiri di tempat budidaya. Lokasinya berada di sekitar area Pondok Pelangi.
“Kami memberi durasi 5 menit untuk memancing, jika selama 5 menit tersebut tidak mendapatkan ikan maka pelanggan sebagai konsumen akan kami gratiskan semuanya dan bebas makan di Pondok Pelangi pada saat itu juga. Hal seperti ini jelas-jelas berbeda di kuliner ikan bakar manapun,” pungkasnya. (Tim Dhuta Ekspresi)
Simak juga tayangan menarik lainnya: “Metode Pengobatan Non Medis Labih Memuaskan Dan Murah”. Simak selengkapnya tautan dibawah ini:









